Home » WARTA »


Kader Muslimat Diimbau Menulis

 

Ilustrasi (ist)
Ilustrasi (ist)

JAKARTA-Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa, mengimbau kader Muslimat NU agar rajin munulis. Pasalnya, selama ini, karya tulis perempuan NU belum tampak di permukaan.

“Kita memiliki banyak kader yang telah menamatkan studi doktor, dalam dan luar negeri. Namun sampai saat ini mana kontribusi pemikiran mereka. Kita sangat berharap ada tradisi menulis di Muslimat” ujar Khofifah dalam berbagai forum internal Muslimat.

Menurutnya, masing-masing kader Muslimat diharapkan dapat menyumbangkan pemikirannya melalui tulisan. Apalagi di bawah kepemimpinannya Muslimat mulai mengembangkan budaya melek komputer dan teknologi informasi.

“Silahkan menulis, kita telah menyediakan websitenya. Bukankah berita online lebih luas jangkauannya?,” ujar Khofifah.


Terkait itu, Khofifah mengkisahkan satu kasus draft buku sejarah yang menganulir peran politik kerakyatan warga nahdliyin dalam upaya mengusir penjajah.

“Jadi peran pejuang dalam resolusi jihad yang menjadikan Surabaya sebagai Kota Pahlawan itu dianggap tidak ada. Sebabnya karena tak ada buku sejarah yang kita tulis. Kita hanya mengandalkan budaya lisan,” tutur Khofifah.

Dihubungi secara terpisah, Sekretaris Umum PP Muslimat NU, Siti Aniroh, juga berharap adanya sinergi antar kader dalam membangun budaya menulis. “Agar di sini (Muslimat, red) tidak njeglek (adanya kesenjangan), saya berharap adanya transfer knowledge dan transfer keahlian dari kader yang memiliki keahlian di bidang tulis-menulis dan operasi komputer kepada kader lainnya,” ungkapnya.

Aniroh juga berharap kader Muslimat tidak hanya melakukan pengabdian dan pelayanan di bidang sosial, pendidikan, dakwah, kesehatan dan ekonomi semata. Tapi juga melakukan layanan di bidang pemikiran melalui tulisan.

“Melalui tulisanlah, pemikiran di bidang sosial, dakwah, pendidikan dan layanan lain memiliki ruh. Sampai saat ini kita berpegang pada dua numenklatur  : amal tanpa ilmu seperti orang buta. Dan sebaliknya ilmu tanpa amal bak orang pincang. Menulislah yang membuat kita diakui keberadaannya di dunia ini” ujar Aniroh.susianah affandy

Baca juga

PENGUATAN MAJELIS TAKLIM: Workshop Bidang Ekonomi dan Koperasi Muslimat NU di Gedung PBNU, Rabu (7/11). | Foto: MNU Online

Hindari Rentenir, Muslimat NU Perkuat Majelis Taklim dengan Koperasi

MNU Online | JAKARTA – Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) Muslimat NU akan membantu membuatkan koperasi …

Watch Dragon ball super