Kalimat Inspiratif Presiden Jokowi Warnai Pelantikan PW Muslimat NU Sulsel

makassar__pw-lantik

MUSLIMAT NU SULSEL: Ketum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa foto bersama pengurus PW Muslimat NU Sulsel periode 2016-2021, Minggu (31/7). | Foto: MNU Online

MNU Online | MAKASSAR – Ada yang istimewa dari pelantikan pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2016-2021 di Auditorium KH Muhyiddin Zein Universitas Islam Makassar, Minggu (31/7).

Di sela memberikan tausiyah, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa membacakan kalimat inspiratif dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang di-share di grup media sosial Kabinet Kerja.

“Saya ingin membacakan untuk kita semua. Ini akan menjadi salah satu referensi bagaimana kita mengabdikan diri dimanapun kita berada, khususnya di Muslimat NU,” kata Khofifah.

Berikut kalimat inspiratif dari Presiden Jokowi:

Saat orang berkata buruk tentang kita, padahal kita tak pernah mengusik kehidupan mereka, itu tandanya kehidupan kita lebih indah.

Kehidupan adalah kerja dan cinta. Itu harus kita jalani dengan sederhana saja.

Bangsa Indonesia tak ingin menjadi macan, melainkan menaklukkan macan, karena bangsa Indonesia tak ingin ditakuti melainkan harus menjadi bangsa yang disegani.

Dalam memimpin saya jadikan rakyat sebagai konsumen dan konsumen itu adalah raja.

Saat seseorang tak menemukan celah mencari kesalahan kita, cara yang digunakan adalah fitnah.

Jika ingin lebih maju, maka rakyat juga harus bekerja sama. Bukan hanya mengulurkan tangan pada pemimpin ini-itu dan seterusnya.

Maka dibutuhkan kepemimpinan yang mampu memecah keheningan. Menerobos dengan gebrakan, bukan yang monoton dan rutinitas sehingga membosankan.

Memang baik jadi orang penting, tapi lebih penting lagi jadi orang baik. Dan terpenting lagi jadilah orang penting yang baik.

Melihat dengan mata kita, mendengar dengan telinga kita, berbicara dengan suara kita.

Pemimpin rakyat lahir dari rakyat. Pemimpin adalah ketegasan tanpa ragu.

Pemimpin itu harus bisa melihat hal kecil yang perlu diperbaiki. Kalau perkampungan membaik, maka secara otomatis perkotaan akan membaik juga.

Masa kecil saya adalah pembelajaran pertama tentang bagaimana untuk memahami kehidupan sebagai rakyat kecil.

Kehormatan hidup itu ada ketika namamu melekat di hati orang-orang di sekitarmu dan kerjamu bermanfaat untuk mereka dan rakyat banyak.

Jangan takut untuk mendobrak kebiasaan lama dengan cara dan pemikiran yang keluar dari pakem. Perubahan tidak akan pernah ada tanpa kemauan dan keberanian yang juga harus diiringi kebersamaan.

Bukan kesulitan yang membuat kita takut, tapi seringkali ketakutan kita lah yang membuat jadi sulit. Jadi janganlah mudah menyerah.

Ibadah yang berkualitas itu tampak dari perilakunya rendah hati dan tidak emosional. Kalau kita ingin maju ya harus berubah. Kalau mau berubah tapi diam saja ya namanya mengkhayal.

Saya rasa kita tak sedang mengkhayal di sini. Kita sedang merakit kebersamaan kinerja dan kita ingin mengikhtiari kehidupan hari ini lebih baik dari kemarin dan esok lebih baik dari hari ini.

Mudah-mudahan Allah meridhai dan memberkati kita semua. Amin.jey

 

Baca juga

PENGUATAN MAJELIS TAKLIM: Workshop Bidang Ekonomi dan Koperasi Muslimat NU di Gedung PBNU, Rabu (7/11). | Foto: MNU Online

Hindari Rentenir, Muslimat NU Perkuat Majelis Taklim dengan Koperasi

MNU Online | JAKARTA – Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) Muslimat NU akan membantu membuatkan koperasi …

Watch Dragon ball super