Harlah ke-71 Muslimat NU

Kegiatan Harlah, Muslimat NU Sragen Libatkan Seluruh Anak Cabang


ZIARAH: Hj Meuthia Chudlori (kiri) bersama warga Muslimat NU Sragen melakukan perjalanan ziarah yang menjadi rangkaian kegiatan Harlah ke-71. | Foto: PCMNU Sragen

MNU Online | SRAGEN – Rangkaian kegiatan peringatan Harlah ke-71 Muslimat NU yang digelar Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, melibatkan seluruh (20) Pimpinan Anak Cabang (PAC).

Dimulai dari PAC Kedawung yang menggelar baksos KB (Keluarga Berencana), pengajian di seluruh PAC dan puncaknya di Pendopo Kebupaten Sragen, Rabu (29/3). Sementara kegiatan KB diakhiri dengan baksos safari KB di Kecamatan Sumberlawang yang diikuti 500 akseptor.

(Baca: Istiqlal Kian Agung dengan Lautan Perempuan Berbaju Hijau)

Dalam puncak peringatan di pendopo, selain dihadiri warga Muslimat NU se-Kabupaten Sragen, hadir pula Wakil Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah, dr Siti Masfufah dan dr Iin Handayani dari PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana) Sragen.

Dalam sambutannya, Siti Masfufah mengatakan baksos KB sudah dilakukan Muslimat NU selama bertahun-tahun. Terlebih PC Muslimat NU Sragen pernah mendapatkan peringkat tiga se-Jawa Tengah dan hadiah diserahkan oleh gubernur di Brebes.

“Semoga mendapat juara kembali, karena Sragen tidak hanya menangani baksos KB saja, tapi ketuanya, Ibu Meuthia juga koordinator lapangan penjangkauan HIV/AIDS yang bekerjasama dengan GF (Global Fund) Jakarta,” terangnya.

Jangan Lupa Keluarga


KEGIATAN HARLAH: Baksos KB yang melibatkan seluruh cabang menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan PC Muslimat NU Sragen dalam memperingati Harlah ke-71. | Foto: PCMNU Sragen

Sementara Ketua PC Muslimat NU Sragen, Hj Meuthia Chudlori S.Ag M.Pd menuturkan, sebagai warga apalagi pengurus Muslimat NU patut bangga dengan perjuangan yang selama ini dilakukan.

“Kita sudah membuat credit point di akhirat nanti, dan seperti dawuh para sesepuh NU siapapun yang berjuang untuk NU, insyaallah Allah akan menjamin hidupnya,” katanya.

(Baca: Istri Rais Aam PBNU dan Imam Besar Masjid Istiqlal Masuk Kepengurusan)

Bagi Meuthia, perempuan harus terlibat aktif dalam perjuangan di segala bidang. “Sebagai perempuan kita tidak boleh hanya konco wingking apalagi suargo nunut neroko katut,” katanya.

Namun demikian, dia mengingatkan, meski sibuk menjadi pengurus dan aktif di organisasi jangan sampai melupakan keluarga, apalagi anak-anak.

“Mereka aset agama dan negara, sebagai penerus kita untuk berjuang sebagai khalifah di muka bumi ini. Beri mereka pendidikan yang baik,” katanya.

Karena itu, lanjut Meuthia, Muslimat NU tidak hanya berjuang di ranah sosial tapi juga pendidikan.• nur

Baca juga

GEBYAR SHALAWAT: Muslimat NU Klaten memperingati Hari Santri Nasional dengan mengadakan kegiatan Gebyar Shalawat Lomba Hadrah, Minggu (7/10). | Foto: PCMNU Katen

Muslimat NU Klaten Gebyar Shalawat Bareng 20 Anak Cabang

MNU Online | KLATEN – Memperingati Hari Santri Nasional, PC Muslimat NU Kabupaten Klaten, Jawa …

Watch Dragon ball super