Dari Workshop Keluarga Maslahah (1)

Ketahanan Nasional Terbangun dari Ketahanan Keluarga


ARAHAN KETUA UMUM: Ketum Nyai Hj Khofifah IP, memberikan arahan dalam Workshop Layanan Lembaga Konsultasi Keluarga Maslahah PW Muslimat NU Jatim. | Foto: MNU Online

MNU Online | SIDOARJO – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSi tampil powerfull saat memberikan arahan dalam Workshop Layanan Lembaga Konsultasi Keluarga Maslahah PW Muslimat NU Jatim di aula Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (30/9) sore.

Sama sekali tak terlihat kelelahan,  meski pagi harinya usai menghadiri acara bersama 4.000 anak yatim piatu dan dhuafa di kompleks Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan.

Usai workshop, Khofifah juga masih harus melanjutkan sejumlah acara, di antaranya meresmikan panti asuhan yatim dan dhuafa Jamiyatut Tholibin Muslimat NU di Sukomanunggal, Surabaya. Kemudian dilanjut menghadiri kegiatan bimbingan teknis pelaksanaan resertifikasi 2017.

(Baca: Dari Orientasi KIE Kespro Catin, Siapkan Workshop LKKM)

Dalam workshop yang dihadiri pengurus PW dan PC se-Jawa Timur tersebut, Khofifah menyampaikan arahan dengan data dan statistik terkait ketahanan keluarga serta angka perceraian yang memprihatinkan. Terlebih, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan angka perceraian tertinggi, di atas Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Dampak dari perceraian ini adalah anak, karena biasanya mereka kemudian tidak memiliki role model di keluarga. Apalagi kalau bapak atau ibunya menikah lagi. Jadi bangunan dari keluarga harus dilihat sebagai basic membangun ketahanan nasional,” katanya.

Tapi orang Indonesia, papar Khofifah, masih jarang sekali mengaitkan bahwa ketahanan nasional akan terbangun dari ketahanan keluarga yang kuat. “Kita jarang melihat ini sebagai satu kesatuan,” katanya.

(Baca: Perdana, Muslimat NU Jatim Berangkatkan Jamaah Umroh)

Padahal sejak 2000 di Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah ada Family Foundation yang diketuai Taj Hamad. Lembaga ini langsung di bawah Sekjen PBB. Artinya persoalan keluarga bukan persoalan sederhana, karena PBB sampai melembagakan.

“Sampai sekarang pun pertemuan mereka tetap jalan, hanya kita tak melihat ini sebagai satu kesatuan bahwa ketahanan nasional akan kuat kalau ketahanan keluarganya juga kuat,” tandasnya.

Perceraian Sangat Tinggi


DIIKUTI SELURUH PC: Pengurus PC Muslimat NU se-Jatim mengikuti Workshop Layanan Lembaga Konsultasi Keluarga Maslahah PW Muslimat NU Jatim. | Foto: MNU Online

Khofifah mulai rajin berkomunikasi dengan Taj Hamad ketika menghadiri general assembly di New York. Kala itu dia masih menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN di era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Setelahnya, Taj Hamad sampai tiga kali datang ke Indonesia untuk menghadiri workshop, termasuk bertemu Gus Dur. Saat datang ke Jakarta, Taj Hamad mengaku kaget karena di negeri yang mayoritas penduduknya muslim ternyata tingkat perceraiannya sangat tinggi.

(Baca: Rasul Ajarkan Model Pembelajaran Sesuai Zaman Anak Didik)

“Padahal tidak semua problemnya terlalu parah, tidak terlalu tajam, tapi kenapa harus berakhir dengan perceraian. Orang ke PA (Pengadilan Agama) satu becak bareng kok bisa putusannya cerai,” heran Khofifah.

Hal seperti ini, lanjutnya, sebenarnya menjadi tugas Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4). “Tapi timnya kan enggak cukup banyak, jadi mesti ada support elemen masyarakat. Mbok kalau tidak harus cerai ya jangan cerai,” katanya.

Sementara bagi Muslimat NU, problem tersebut sejak beberapa tahun lalu sudah dibahas. Namun lewat workshop kali ini akan lebih dikonkretkan lagi pemetaannya. “Pemetaan detail harus terus kita lakukan, harus terus update dan kita cari solusi efektifnya,” katanya.• nur

Baca juga

SILATURAHIM PP MUSLIMAT NU-WAPRES: Silaturahim Pengurus PP Muslimat NU dengan Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (13/7). | Foto: MNU Online

Temui Wapres JK, Khofifah Sampaikan Keberhasilan Muslimat NU di Pilkada

MNU Online | JAKARTA – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super