Pendidikan Politik

Ketua Bawaslu Sulsel Ajak Muslimat NU Tolak Politik Uang


PENDIDIKAN POLITIK: Pelatihan pendidikan politik perempuan yang dilaksanakan PW Muslimat NU Sulsel di Bulukumba, Kamis (14/12). | Foto: PWMNU Sulsel

MNU Online | BULUKUMBA – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan, HL Arumahi mengajak pemilih perempuan — tak terkecuali warga Muslimat NU — untuk menolak politik uang (money politic) baik pada Pilkada serentak 2018 maupun Pileg dan Pilpres 2019.

“Politik uang telah merusak moral politik masyarakat dan menyuburkan praktik korupsi di kalangan pejabat,” kata Arumahi ketika menjadi narasumber pada Pelatihan Pendidikan Politik Perempuan yang dilaksanakan PW Muslimat NU Sulsel di Bulukumba, Kamis (14/12).

(Baca: Layani Umat, Majda Ajak Pengurus Baru Sinergi dengan Pemda)

Menurut Arumahi, baik UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada maupun UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, ancaman hukuman pidana dan administrasi sudah diperluas dan diperberat. “Baik pemberi dan penerima dipidana penjara dan sanksi diskualifikasi bagi peserta,” katanya.

Karena itu, Arumahi mengimbau anggota Muslimat NU untuk menyosialisasikan sanksi politik uang ini agar masyarakat bisa tercegah dan tidak menyesal di kemudian hari.

“Dengan sikap seperti itu, Muslimat NU telah memerankan pengawasan partisipatif dan membantu tugas-tugas pengawas Pilkada dan Pemilu,” ujarnya.• andy

Baca juga

WAKAF DAN HIBAH: Seminar tentang nadzir dan keterkaitannya dengan wakaf serta hibah. | Foto: PWMNU Semarang

Nadzir Tonggak Utama dalam Pengelolaan Wakaf dan Hibah

MNU Online | SEMARANG – PW Muslimat NU Jawa Tengah, dalam rangka Harlah ke-72 Muslimat …

Watch Dragon ball super