PWMNU Jabar: Rugi Besar Kalau Muslimat NU Tak Dipimpin Khofifah Lagi

 WORKSHOP: Ella M Giri Komala (kiri), siap membawa PWMNU Jabar kembali pilih Khofifah IP sebagai ketum PP Muslimat NU. | Foto: MNU Online

WORKSHOP: Ella M Giri Komala (kiri), siap membawa PWMNU Jabar kembali pilih Khofifah IP sebagai ketum PP Muslimat NU. | Foto: MNU Online

MNU Online | BEKASI – Nada bicaranya tegas. Setegas komitmennya dalam mendukung Khofifah Indar Parawansa untuk kembali menjabat ketua umum PP Muslimat NU dalam Kongres ke-17 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 23-27 November.

“Persiapan kami menyambut kongres sudah matang. Dimulai dari Rakerwil, kita sepakat bulat akan kembali mengusung Bu Khofifah,” ujar Ketua PWMNU Jawa Barat, Dra Hj R Ella M Giri Komala MM.Pd di sela workshop Penanggulangan Penyalahgunaan Napza di Aston Imperial Bekasi, Jawa Barat, Jumat (4/10) malam.

Ella juga tak mempersoalkan Khofifah yang sudah tiga periode memimpin Muslimat NU. Baginya, selain tidak melanggar AD/ART (tak ada batasan periode kepemimpinan dalam Muslimat NU), pihaknya juga merasakan kebutuhan serta keberhasilan yang besar dengan Muslimat NU dinahkodai Khofifah.

“Muslimat NU itu organisasi dedikasi, perjuangan tanpa batas. Selama seseorang memiliki kemauan, kemampuan, kecintaan dan keikhlasan untuk mengabdi di Muslimat NU, why not?” tandasnya.

(Baca: Cabang se-Indonesia Bangga Bila Khofifah Ketum Lagi)

Apalagi Khofifah dinilai masih muda (51 tahun), tangguh, smart, selain go public juga go international ditambah sekarang menjabat Menteri Sosial RI. “Rugi besar kalau sampai Muslimat NU tak pilih dan tak dipimpin Bu Khofifah lagi,” tegasnya.

Bagi Ella, posisi Khofifah yang menjabat ketua umum dan menteri bukanlah rangkap jabatan karena Muslimat NU bukan partai politik (parpol). Sesuai AD/ART Muslimat NU adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang bersifat keagamaan.

“Rangkap jabatan itu kalau parpol. Justru kita bangga memiliki ketua umum seorang menteri. Untuk saat ini malah saya katakan memilih Bu Khofifah adalah wajib,” ujarnya.

(Baca: Jatim, Jabar dan Jateng Minta Kesediaan Khofifah Kembali Pimpin Muslimat NU)

Di luar pencalonan ketua umum, Ella akan membawa sejumlah problem keumatan kekinian pada kongres nanti, di antaranya terkait narkoba, HIV/AIDS, pelecehan seksual maupun pedofilia.

“Dengan jumlah penduduk, 46,5 juta, Jabar itu kan provinsi besar, bahkan terbesar se-Indonesia. Nanti bersama wilayah lain akan kita bahas problem umat kekinian. Dari situ nanti jadi keputusan bersama bagaimana menyikapinya,” tuturnya. • nur

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super