Kegiatan Bersama

Khitanan Massal Muslimat NU-Aisyiyah Malaysia Bawa Calon Mualaf 30 Tahun


KEGIATAN BERSAMA: Kegiatan khitanan massal yang diprakarsai Muslimat NU dan Aisyiyah Malaysia. | Foto: PCIMNU Online

MNU Online | KUALA LUMPUR – Ada yang berbeda dengan khitanan massal yang diprakarsai Muslimat NU dan Aisyiyah Malaysia tahun ini. Dalam acara yang digelar di Masjid Zaid bin Haritsah Kuala Lumpur, Minggu (26/11), dari 60 peserta terdapat warga keturunan India berumur 30 yang berencana masuk Islam.

Calon mualaf merupakan sahabat dari seorang pengurus Aisyiyyah. “Ia (mualaf) mengetahui program khitanan massal ini dari berita di facebook,” terang Ketua PCI Muslimat NU Malaysia, Mimin Mintarsih, Rabu (29/11).

“Setelah sembuh dari khitan, saya akan masuk Islam. Selain itu, saya juga akan menikah dengan perempuan muslim,” tambah Mimin menirukan ucapan calon mualaf tersebut.

(Baca: Pejabat KBRI Beri Taushiyah di Acara Muslimat NU Malaysia)

Selain diwarnai calon mualaf, kegiatan yang menghabiskan dana lebih dari 13 ribu ringgit Malaysia itu juga memasilitasi enam warga Rohingya.

“Akses kami ke anak-anak Rohingya berasal dari Ustadzah Iyud Sumitra yang memang mengajar mereka di Batu Cave,” tambah Mimin.

Acara bersama Muslimat NU dan Aisyiyah Malaysia ini dibuka Ketua UMNO Bagian Wangsa Maju, Datuk Sri Dr Hj Mohd Syafeei bin Abdullah. Dalam pidatonya dia menyatakan sangat bangga dengan kerjasama antara warga Indonesia dan Malaysia, seperti kegiatan khitanan massal ini.

Kolaborasi 4 Organisasi


CERIA: Ketua PCI Muslimat NU Malaysia, Mimin Mintarsih bersama anak-anak yang akan dikhitan. | Foto: PCIMNU Malaysia

Sementara Mimin dalam sambutannya menuturkan, “Ke depan, kami menargetkan lebih banyak lagi peserta. Kami sangat senang jika manfaat kegiatan seperti ini menjadi lebih luas jangkauannya.”

Selain itu, lanjutnya, masalah dana juga merupakan sesuatu yang krusial sehingga harus diantisipasi jauh hari. “Kami awalnya sempat ragu dengan kapasitas anggaran dana. Tapi, alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak akhirnya kegiatan ini dapat terlaksana dengan sukses juga,” paparnya.

(Baca: Satu Jam, Pengurus Muslimat NU Jepang Diwejang Putri Gus Dur)

Khitanan massal ketiga ini merupakan kegiatan kolaboratif antara Pengurus Masjid Zaid bin Haritsah Gombak dan empat organisasi warga Indonesia yang berkedudukan di Malaysia, yaitu Muslimat NU, Aisyiyah Muhammadiyah, Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) serta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).• aziz

Baca juga

Muslimat NU Arab Saudi Maulidan Bareng Ustadz Wijayanto

MNU Online | JEDDAH – Sama seperti Muslimat NU di Indonesia, Peringatan Hari Besar Islam …

Watch Dragon ball super