Launching Duta Kesehatan

Khofifah: 63 Persen Penyebab Disabilitas akibat Gizi Buruk


KERJASAMA KESEHATAN: Ketum Hj Khofifah IP menyetujui kerjasama PC Muslimat NU Lamongan dan Dinkes terkait duta kesehatan. | Foto: MNU Online

MNU Online | LAMONGAN – Gizi buruk saat kehamilan, bayi dan balita berpotensi hingga 63 persen menjadi penyebab disabilitas.

Hal itu dituturkan Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Hj Khofifah Indar Parawansa di sela Pengukuhan Duta Kesehatan PC Muslimat NU Lamongan dan pengajian rutin tiga bulanan Rothib al Haddad dan Istighotsah di alun-alun kabupaten, Sabtu (11/2).

Karena itu, kata Khofifah, kesertaan masyarakat, termasuk Muslimat NU, untuk menyiapkan duta kesehatan menjadi signifikan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi dan balita serta meningkatan gizi masyarakat.

(Baca: Gandeng Dinkes, PCMNU Lamongan Kukuhkan Duta Kesehatan)

“Kalau hanya pemerintah saja yang bekerja pasti nggak cukup. Kita butuh kesertaan elemen masyarakat dan Muslimat NU yang daily life-nya sudah jalan akan menjadi pintu masuk untuk sosialisasi, termasuk pendampingan PHBS (pola hidup bersih dan sehat),” jelasnya.

Khofifah menyambut baik program PC Muslimat NU Lamongan, bahkan menyebut hal ini sebagai ide brilian yang akan dijadikan piloting oleh PP Muslimat NU.

“Inisiatif semacam ini bagus sekali karena kesehatan keluarga merupakan elemen penting dalam mewujudkan masyarakat sejahtera,” katanya.

“Duta Kesehatan Muslimat NU dapat menjadi mitra pemerintah daerah dalam melakukan penyuluhan serta pendampingan melalui perilaku hidup bersih dan sehat.”

(Baca: Perkuat Dakwah bil IT, Beri Bantuan Komputer untuk 27 PAC)

Khofifah berharap kehadiran duta kesehatan dapat mendorong meningkatkan gizi masyarakat, menurunkan angka kematian ibu, serta mereduksi gizi buruk pada bayi dan balita.

“Saya berharap duta kesehatan juga dapat mendukung pemerintah dalam menyampaikan kampanye bahaya napza dan pencegahan di tingkat keluarga,” ujarnya.


TAUSHIYAH: Ketum Hj Khofifah IP menyampaikan taushiyah dalam pengajian rutin tiga bulanan PC Muslimat NU Lamongan, Sabtu (11/2).

Menurutnya, kepemimpinan Presiden Joko Widodo memiliki perhatian besar terhadap kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

“Pemerintah melalui Kemensos menghadirkan Program Keluarga Harapan (PKH) yang memberikan bantuan tunai bersyarat kepada keluarga kurang mampu. Program ini berkontribusi besar dalam penurunan angka kemiskinan dan kesenjangan di Indonesia,” tandasnya.

(Baca: Jaga Kerukunan Umat, Muslimat NU Lamongan Gelar Pekan Maulid)

Keluarga penerima PKH wajib melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Terkait kesehatan, misalnya, ibu hamil wajib memeriksakan kehamilannya di fasilitas kesehatan (faskes) sebanyak empat kali dalam tiga semester.

“Sementara untuk bayi dan balita, mereka harus mengikuti imunisasi lengkap dan pemeriksaan berat badan setiap bulan,” katanya.• nur

Baca juga

PENCEGAHAN TPPO: Sosialisasi pendidikan pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Purwokerto, Jawa Tengah. | Foto: MNU Online

Cegah TPPO, 3 Hari Muslimat NU Gelar Sosialisasi di Purwokerto

MNU Online | PURWOKERTO – Selama tiga hari, 12-14 September 2018, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat …

Watch Dragon ball super