Khofifah Ajak Gus Ipul ‘Perangi’ Kemiskinan Warga NU di Jatim

gus-ipul

KEMISKINAN WARGA NU: Ketum PP Muslimat NU, Khofifah dan Gus Ipul punya PR untuk menyelesaikan kemiskinan warga NU di Jatim. | Foto: MNU Online

MNU Online | SURABAYA – Jawa Timur selama ini dikenal sebagai provinsi dengan basis warga Nahdlatul Ulama (NU), terutama di wilayah pedesaan. Sedihnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan pedesaan tertinggi justru berada di provinsi dengan jumlah penduduk 38,85 juta tersebut.

“Kemiskinan wilayah pedesaan di Jatim tercatat 3,2 juta, disusul Jateng. Untuk kemiskinan perkotaan ditempati Jabar, 2,78 juta, disusul Jateng. Sementara jumlah kemiskinan  perkotaan di Jatim ‘hanya’ 500 ribu,” kata Ketua Umum PP Muslimat NU yang juga Mensos RI, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri peresmian gedung baru Kompas di Jl Raya Gubeng 98, Surabaya, Kamis (25/7).

Selain Khofifah, peresmian juga dihadiri Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan bos Maspion Group, Alim Markus. “Saya dan Gus Ipul ini satu perguruan (sama-sama kader NU, red). Kalau di Jatim yang ndeso itu rata-rata warga NU, maka itulah PR saya dan Gus Ipul serta kita semua untuk bisa melayani dengan baik,” tuturnya.

Saya dan Gus Ipul ini satu perguruan (sama-sama kader NU, red). Kalau di Jatim yang ndeso itu rata-rata warga NU, maka itulah PR saya dan Gus Ipul serta kita semua untuk bisa melayani dengan baik.”

Khofifah lantas membuka sedikit nostalgia waktu provinsi ini dipimpin Basofi Sudirman yang mencanangkan program Gerakan Kembali ke Desa (GKD). “Dulu Pak Basofi pernah bikin program GKD. Kalau sekarang mungkin nggak cukup GKD, mungkin perlu ada one village one corporate,” katanya.

“Kalo bisa one village one sister corporate, one village one sister university. Mungkin juga one village one sister media,” tambahnya.

Artinya, tandas Khofifah, misalnya dalam satu korporasi ada Alim Markus yang bisa menjadi payung dari pembinaan banyak desa. Dengan catatan satu desa ini harus jelas siapa yang akan menjadi mitranya. Begitu juga dengan desa lainnya.

“Ada mitra perguruan tinggi, ada mitra korporasi. Media juga korporasi karena rangkaian dari bisnis, ada tv-nya, radio, koran, online, dan seterusnya. Ini menjadi penting,” tegasnya. ♦ nur

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super