Hari Santri Nasional

Khofifah Bawa Muslimat NU Beradaptasi dengan Ekonomi Digital

<br /> HARI SANTRI: Nyai Hj Khofifah saat Haflah Hari Santri Nasional (HSN) di Pendopo Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (23/10) malam. | Foto: MNU Online

HARI SANTRI: Nyai Hj Khofifah saat Haflah Hari Santri Nasional (HSN) di Pendopo Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (23/10) malam. | Foto: MNU Online

MNU Online | TULUNGAGUNG – Delapan tahun sebelum Nahdlatul Ulama (NU) disepakati sebagai nama jamiyah pada 1926, KH Abdul Wahab Chasbullah sudah memunculkan nama Nahdlatut Tujjar (NT) yang bermakna kebangkitan para pedagang.

Dari NT inilah, berbagai layanan NU — termasuk Muslimat NU — berkembang luar biasa! Mulai pendidikan, kesehatan hingga layanan melalui lembaga sosial yang jumlahnya tidak sedikit.

Namun ada satu tantangan besar lain yang harus dijawab NU dan Muslimat NU, yakni penguatan ekonomi. “Dan hari ini kita berada dalam era ekonomi digital,” ujar Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSI usai menghadiri Haflah Hari Santri Nasional (HSN) di Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (23/10) malam.

(Baca: Tantangan Ekonomi Digital, Muslimat NU Gelar Pelatihan Bisnis Startup)

Tak bisa ditawar lagi! NU dan Muslimat NU harus menjawab tantangan ini. Karena itu, di moment peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Khofifah mengajak para santri untuk beradaptasi dengan ekonomi digital. Di internal Muslimat NU, beragam pelatihan startup bahkan berjalan kencang.

Apalagi peluang NU sangat besar, karena sudah banyak elemen NU yang memiliki kemampuan di bidang IT (Information Technology).

“Revitalisasi Nahdlatut Tujjar harus sudah masuk pada ekonomi digital. Bagaimana ekonomi digital ini menjadi inspirasi seluruh santri,” kata perempuan yang juga gubernur Jawa Timur terpilih 2019-2024 itu.

Referensi Strategis

<br /> KHUSYUK BERDOA: Nyai Hj Khofifah khusyuk berdoa bersama warga Muslimat NU di Haflah HSN di Pendopo Kabupaten Tulungagung, Selasa (23/10) malam. | Foto: MNU Online

KHUSYUK BERDOA: Nyai Hj Khofifah khusyuk berdoa bersama warga Muslimat NU di Haflah HSN di Pendopo Kabupaten Tulungagung, Selasa (23/10) malam. | Foto: MNU Online

Lagi pula, kata Khofifah yang mantan Menteri Sosial, membangun bisnis di era ekonomi digital tidak perlu lagi bingung dengan pembangunan fisik.

Untuk mendirikan Muslimat NU Mart, misalnya, tidak harus menyiapkan lahan atau gedung yang luas. Infrastrukur yang perlu disiapkan cukup aplikasi dengan mekanisme ekonomi digital.

“Bagaimana kemudian para santri di lingkungan NU bisa mengikuti jejak Elon Musk, Steve Jobs atau Jack Ma. Mereka ini bisa menjadi referensi strategis untuk melakukan revitalisasi Nahdlatut Tujjar,” tegasnya.

(Baca: Temui Wapres JK, Khofifah Sampaikan Keberhasilan Muslimat NU di Pilkada)

Khofifah berharap, jangan sampai Indonesia yang jumlah penduduknya 200 juta lebih hanya dijadikan pasar bagi pihak asing, karena NU dan Muslimat NU sebenarnya bisa memanfatkan sebagai captive market.

“Tapi syaratnya, siapkan untuk menjadi pelaku-pelaku startup. Secara spesifik kita masuk pada era ekonomi digital, maka startup akan menjadi bagian penting,” pungkasnya.• nur

Baca juga

PENGUATAN MAJELIS TAKLIM: Workshop Bidang Ekonomi dan Koperasi Muslimat NU di Gedung PBNU, Rabu (7/11). | Foto: MNU Online

Hindari Rentenir, Muslimat NU Perkuat Majelis Taklim dengan Koperasi

MNU Online | JAKARTA – Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) Muslimat NU akan membantu membuatkan koperasi …

Watch Dragon ball super