Harlah ke-71 – PCMNU Surabaya

Khofifah Beber Rahasia Mengapa ‘Ya Ahlal Wathon’ Ditulis dalam Bahasa Arab


BERSHALAWAT: Maulana Syekh Afifuddin al Jailani dan Ketum Hj Khofifah IP bershalawat nabi bersama 10 ribu jamaah Muslimat NU dan para habaib. | Foto: MNU Online

MNU Online | SURABAYA – Inilah secuil rahasia mengapa lirik lagu Syubbanul Wathan (Ya Ahlal Wathon) ditulis KH Wahab Chasbullah dalam bahasa Arab. Hal itu sengaja dilakukan hadratussyaikh supaya Belanda tidak mengerti apa yang sebetulnya kita baca dan perjuangkan.

Fakta sejarah tersebut diungkap Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi saat memberi taushiyah dalam peringatan Harlah ke-71 yang digelar PC Muslimat NU Kota Surabaya, Senin (24/4) dan dihadiri Maulana Syekh Afifuddin al Jailani, cucu Syeikh Abdul Qadir al Jailani.

Harlah yang digelar di depan kediaman Khofifah di Jemursari, Surabaya, tersebut berlangsung sangat meriah. Tak kurang dari 10 ribu warga Muslimat NU hadir dari seluruh penjuru Kota Pahlawan. Mereka datang berombong-rombong dengan naik transportasi umum.

(Baca: Harlah di Sidoarjo, Khofifah Ajak 10 Ribu Jamaah Larut dalam Munajat)

Lanjut Khofifah, jika dulu lagu Syubbanul Wathan ditulis dengan Bahasa Arab untuk ‘mengelabuhi’ penjajah, sekarang setelah Indonesia merdeka situasinya berbeda. Sebagian besar lirik diubah ke dalam bahasa Indonesia agar mudah dipahami, terlebih karya besar Mbah Wahab ini sudah ditahbiskan menjadi lagu nasional.

“Sekarang 2017, apakah yang kita senandungkan sudah kita mengerti apa belum?” tanya Khofifah kepada para jamaah. Sebagian mengatakan sudah, sebagian lainnya bilang belum.

Karena itu, dengan ditulis versi Bahasa Indonesia, membuat lagu ini bisa lebih dimengerti. “Yang belum mengerti, yang penting hafal dulu,” seloroh Khofifah sambil melantunkan Syubbanul Wathan yang secara serentak diikuti jamaah:

Ya ahlal wathon, Ya ahlal wathon.. Khubbul wathon minal iman. Wa laa takun minal khirman.. Inhadu ahlal wathon.. “Ini artinya bahwa panjenengan (anda) semua adalah warga Indonesia yang memang mencintai Indonesia,” katanya.


BER-INDONESIA: Ketum Hj Khofifah IP di hadapan 10 warga Muslimat NU se-Kota Surabaya, mengajak menjaga kerukunan dan kedamaian dalam berbangsa. | Foto: MNU Online

Di sisi lain, Khofifah juga mengungkap mengapa di setiap kegiatan Muslimat NU selalu diawali dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya, karena sampai hari ini masih ada yang keberatan mengibarkan bendera merah-putih.

(Baca: Fakta Sejarah: Ternyata RA Kartini Seorang Ibu Nyai)

“Hari ini juga kita temukan masih ada yang keberatan melantunkan Indonesia Raya,” katanya. “Tugas kita adalah menyampaikan kepada mereka bahwa kita ber-Indonesia, maka kita harus mengikuti bagaimana rasa cinta ini kita bangun.”

Dalam kesempatan tersebut, bersama Syekh Afifuddin, 10 ribu warga Muslimat NU mendoakan bangsa agar dianugerahi Allah Swt menjadi bangsa yang aman, damai serta menjaga kerukunan dan persatuan.• nur

Baca juga

PENGUATAN MAJELIS TAKLIM: Workshop Bidang Ekonomi dan Koperasi Muslimat NU di Gedung PBNU, Rabu (7/11). | Foto: MNU Online

Hindari Rentenir, Muslimat NU Perkuat Majelis Taklim dengan Koperasi

MNU Online | JAKARTA – Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) Muslimat NU akan membantu membuatkan koperasi …

Watch Dragon ball super