Bukber Bersama Muslimat NU Surabaya

Khofifah dan Cerita Keagungan di Kompleks Makam Sunan Ampel


BUKA PUASA BERSAMA: Didampingi Ny Hj Mahfudhoh Ali Ubaid, Ketum Ny Hj Khofifah buka puasa bersama di ruang tamu ketakmiran Masjid Agung Sunan Ampel, Senin (19/6) malam. | Foto: MNU Online

MNU Online | SURABAYA – Kompleks Makam Sunan Ampel di Surabaya memiliki arti penting dan istimewa bagi Ketua PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSi. Rupanya cerita kehidupannya tak bisa dilepaskan dari tempat tersebut, bahkan setelah menjadi pejabat negara.

Senin (19/6) malam, Khofifah kembali hadir di kompleks Makam Sunan Ampel untuk menghadiri Silaturahim Ramadhan dan Buka Puasa Bersama PC Muslimat NU Kota Surabaya dilanjut dengan shalat tarawih berjamaah. “Insyaallah ini bukber (buka bersama) saya ke-24 kali di sini,” terangnya.

(Baca: Usai Baksos di Lapas, PPMNU Road Show Santunan Anak Yatim)

Khofifah memang terbilang pribadi yang memiliki daya ingat tinggi dan detail, terlebih soal angka. Jumlah itu dihitung sejak dirinya menjabat anggota DPR RI pada 1993 hingga sekarang menjadi Menteri Sosial.

Sebagai catatan, angka 24 kali hanya saat buka bersama. Jumlah ini akan berlipat-lipat kali jika dihitung dengan kunjungannya dalam rangka ziarah. Betapa tidak, sejak kecil sampai sekarang, Khofifah selalu menyempatkan ziarah ke Makam Sunan Ampel.

“Hingga sekarang saya masih menyempatkan ziarah saat malam Kamis Manis,” ceritanya. Bahkan hal itu istiqomah dilakukannya sejak duduk di bangku kelas 2 SMP.

(Baca: Lazisnu: Muslimat NU Berpotensi Jadi Pengumpul Zakat dan Infak Terbesar di Indonesia)

Saat itu, kenang Khofifah, setiap Kamis Manis atau malam Jumat Legi dalam kalender Jawa, sepulang sekolah dirinya langsung menuju kompleks makam untuk ziarah dilanjutkannya berdzikir.

“Saat itu insyaallah tidak pernah luput (ziarah malam Jumat Legi) dan biasanya pulang ba’da subuh,” kenangnya. Istiqomah ini dijalankannya hingga tamat SMA. Setelahnya, saat kuliah tak lagi rutin dilakukan karena kesibukan sebagai aktivis di kampus.

Saat ditanya tuntunan tersebut dari siapa,  Khofifah hanya tersenyum, “Wah kalau di Surabaya mau tawasul ya pasti ke Sunan Ampel.”

Terkenang Ikrar Suci


SAMBUTAN HANGAT: Ketum Nyai Hj Khofifah disambut hangat ibu-ibu warga Muslimat NU Kota Surabaya saat buka puasa bersama di kompleks Makam Sunan Ampel. | Foto: MNU Online

Kenangan lain Khofifah di kompleks Sunan Ampel saat dirinya menyatakan ikrar suci sehidup semati bersama suaminya, almarhum Indar Parawansa.

“Saya dulu akad nikahnya di sini. Tepatnya di tegel hijau 3×3 meter di tengah masjid,” paparnya. Tegel itu merupakan tanda lokasi awal didirikannya Masjid Agung Sunan Ampel.

Hal itu dibenarkan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya, Dr H Ach Muhibbin Zuhri M.Ag yang turut mendampingi buka bersama di ruang tamu ketakmiran yang biasa dipakai untuk menjamu tamu-tamu penting yang datang ke Masjid Agung Sunan Ampel.

(Baca: Ceramah di Istiqlal, Khofifah Ajak Jamaah Tak Henti Berbagi)

“Iya Mbak (sapaan akrab Muhibbin kepada Khofifah) saya ingat. Waktu itu resepsinya di Wisma Sahabat dekat Siola. Saya ingat wong waktu itu saya jadi pagar bagusnya, didandani pake blangkon,” ceritanya diikuti tawa seisi ruangan.

Khofifah yang teringat momen indah itu sempat terdiam sejenak, menunduk, lalu tersenyum. Dia kemudian mengakhiri ceritanya karena akan melangsungkan shalat tarawih berjamaah di Masjid Agung Sunan Ampel.

“Sudah ayo shalat tarawih. Ingat ini malam 25 Ramadhan, malam ganjil,” ajaknya dengan senyum.• nur

Baca juga

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super