Home » WARTA »


Khofifah: Filipina dan Bangladesh Stop Kirim PRT ke Arab

kip-2JAKARTA-Ketua PP Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa, mendesak pemerintah segera melakukan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi. Selanjutnya, pemerintah bisa mencontoh negara Filipina dan Bangladesh dalam hal pengiriman TKI ke luar negeri, khususnya Arab Saudi.

“Kalau moratorium bisa dilakukan, kita bisa mengikuti jejak Filipina di tahun 2001. Waktu itu mereka sudah bisa bernegosiasi dengan Arab Saudi secara detail,” kata Khofifah, Selasa.
Filipina, menurut Khofifah, menegosiasikan hak-hak tenaga kerja mereka hingga ke masalah terkecil. Contohnya, ukuran kamar tempat mereka tinggal harus mencukupi, mendapatkan libur di hari Minggu, sampai berapa watt lampu kamar yang dihuni oleh para tenaga kerja.

“Misalnya, kami kirim TKW, pembantu rumah tangga, dengan gaji sekian keahliannya adalah ini. Itu semua masuk dalam negosiasi tersebut,” kata dia. “Maksud saya, kalau ada moratorium segera dilakukan negosiasi detail seperti itu.”


Karena itu, kata dia, kalau ada ketidaksesuaian dengan kontrak, Pemerintah Indonesia bisa menegosiasi ulang. “Bahkan kalau bisa, menurut saya, untuk ke Saudi, kita seharusnya tidak lagi mengirim pembantu rumah tangga,” ujarnya.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Abdurrahman Wahid ini juga mencontohkan Bangladesh. Menurut dia, Bangladesh saja yang pendapatan perkapitanya di bawah Indonesia, sudah tak lagi mengirim pembantu rumah tangga (PRT) ke Arab Saudi.

“Filipina juga sudah tidak mengirim pembantu rumah tangga ke sana. Jadi, mereka sudah mengirim semacam perawat atau jenis formal worker lainnya,” katanya.
Khofifah menduga berulangnya kejadian yang menimpa TKI dengan kasus terkini, Ruyati, karena Pemerintah Indonesia tak memiliki cukup keberanian untuk bernegosiasi masalah ini dengan Kerajaan Arab Saudi.

“Saya khawatir bukan tidak mau, tapi tidak berani bernegosiasi dengan Arab Saudi. Sebab, nanti akan berimpilikasi kepada, misalnya, ketidakmampuan membuka lapangan kerja di dalam negeri yang akan berimplikasi pada banyaknya pengangguran yang menimbulkan kriminalitas dan lain sebagainya,” katanya.mil

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super