Home » WARTA »


Khofifah : Guru dan Polisi Majikan Paling Bermasalah di Saudi

kip-baru1-2JAKARTA-Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan data-data menyebutkan bahwa majikan paling bermasalah di Arab Saudi itu majikan yang berprofesi sebagai guru dan polisi.

“Hasil identifikasi sumber kasus adalah mereka yang tidak digaji, sebanyak 90 persen lebih, itu user-nya (majikan/pengguna) adalah guru dan polisi. Data kami seperti itu,” kata Khofifah seusai bertemu dengan Wakil Presiden di Jakarta, Selasa (22/6).

Khofifah mengatakan, pihaknya sering bertemu langsung dengan para TKW yang bermasalah, termasuk di Saudi Arabia. “Selain dari data, saya sering bertemu dengan TKW. Begitulah ceritanya, majikan guru dan polisi ini kerap tidak membayar gaji,” katanya.

Meski demikian, Khofifah tidak tahu alasannya, kenapa majikan yang paling bermasalah guru dan polisi. “Alasan jelasnya gak tahu, tapi faktanya seperti itu. Sejak jadi menteri sampai sekarang, kalau pergi umroh selalu saya sempatkan bertemu dengan TKW yang bermasalah,” katanya.


Karena itu, ia mengharapkan agar pemerintah melarang penempatan TKI kepada majikan yang berpofesi sebagai guru dan polisi. “Kalau mengirim lagi ke sana, tolong user-nya jangan yang punya kasus banyak itu: guru dan polisi,” katanya.

Khofifah menambahkan bahwa sebaiknya pemerintah mulai mengidentifikasi kembali untuk meng-update data-data terbaru terkait para majikan TKI di Arab Saudi. Sehingga, pemerintah memiliki peta dalam mengambil kebijakan.

Tanpa adanya data-data yang terperinci terkait dengan TKI, maka pemerintah akan kesulitan untuk mengantisipasi berbagai masalah yang timbul. “Identifikasi itu jika bisa dilakukan evaluasi dan koreksi secara komprehensif,” katanya.

Lebih lanjut, mantan Ketua PMII Cabang Surabaya ini mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki Muslimat, kasus terbanyak yang dialami TKW di Saudi Arabia adalah gaji yang dibayarkan.

Kemudian, lanjut Khofifah, kasus kedua yang banyak dialami TKW adalah penyiksaan. “Mereka kerja tanpa waktu. Sudah capek, tapi sering dipaksa oleh majikan. Gara-gara inilah, majikan memukul pembantu rumah tangga,” jelasnya.

Selain itu, menurut Khofifah, penyiksaan kerap terjadi gara-gara pembantu rumah tangga tidak bisa atau kurang pantai menggunakan alat-alat rumah tangga. “Ada TKW yang gak bisa menggunakan setrika listrik, gara-gara itu, majikan menyetrika TKW,” jelasnya.

Karena itu, Khofifah menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi calon TKW yang hendak dikirim ke luar negeri. “Jangan sampai ketika sudah berada di majikannya, dia gak bisa menggunakan alat-alat rumah tangga,” katanya.

Kasus TKW terbanyak selanjutnya, ungkap Khofifah adalah pemerkosaan. Terkait ini, TKW terpaksa melakukan pembelaan ketika kehormatan dirinya terancam. “Karena membela diri, TKW akhirnya berbuat sesuatu ke majikan,” ungkapnya.

PP Muslimat NU bertemu Wakil Presiden untuk mengundangnya membuka kongres ke-16 Muslimat NU di Lampung pada 13-18 Juli mendatang.mil

Baca juga

PENCEGAHAN TPPO: Sosialisasi pendidikan pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Purwokerto, Jawa Tengah. | Foto: MNU Online

Cegah TPPO, 3 Hari Muslimat NU Gelar Sosialisasi di Purwokerto

MNU Online | PURWOKERTO – Selama tiga hari, 12-14 September 2018, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat …

Watch Dragon ball super