Heran, Masih Ada Tokoh Agama Tempatkan Perempuan di Beranda Belakang

ponorogo

BANTUAN KELUARGA TAK MAMPU: Penyerahan bantuan untuk keluarga tak mampu dari Muslimat NU. | Foto: MNU Online

MNU Online | PONOROGO – Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengaku heran masih banyak tokoh agama dan kiai di negeri ini yang menempatan perempuan sebagai second class society (masyarakat kelas dua).

Sebaliknya, para tokoh thoriqoh dunia justru memberikan penghormatan luar biasa kepada kaum perempuan. Sebut saja Syekh Afifuddin, cucu Syekh Abdul Qodir Al Jailani Qoddasallahu Sirroh. Lalu Syekh Hisyam Kabbani, ketua Thoriqoh Qodiriyah wan Naqsyabandiyah dunia. Begitu juga Syekh Alawi, putra Syekh Abbas al Alawi al Maliki al Hasani.

“Padahal di Indonesia ini banyak sekali mursyid, bahkan imam dari manakib Syekh Abdul Qodir Al Jailani dan cucu beliau, Syekh Afifuddin yang begitu luar biasanya menghormati perempuan,” kata Khofifah saat menghadiri Harlah ke-70 Muslimat NU dan pelantikan bersama pengurus PC Muslimat NU se-Korda Madiun di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Minggu (29/5).

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni; Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Ibnu Multazam; Rais Syuriah PCNU Ponorogo, KH Imam Sayuti Farid; Ketua PW Muslimat NU Jatim, Masruroh Wahid; serta seluruh jajaran pimpinan Muslimat NU se-Korda Madiun.

“Tiga minggu lalu, Syekh Afifuddin berkenan memberikan mauidhoh saat Rajabiyan di kediaman saya di Jakarta. Yang beliau sampaikan adalah bagaimana Islam sangat menghormati perempuan,” lanjut Khofifah.

ponorogo-2
BUKAN KELAS DUA: Kaum perempuan, tak seharusnya ditempatkan sebagai second class society. | Foto: MNU Online

“Lalu Februari lalu, Syekh Hisyam Kabbani kebetulan juga berkenan memberikan mauidhoh Maulid Nabi di kediaman saya, Jakarta. Dalam tausiyah-nya juga memberikan penghormatan yang luar biasa kepada perempuan.”

Dua minggu setelah itu, giliran Syekh Alawi hadir di Jakarta. Syekh Alawi hadir di forum yang disiapkan Khofifah untuk memperingati haul pertama Syekh Abbas. “Baik Syekh Alawi maupun Syekh Abbas sama. Isi tausiyah-nya memberi penghormatan luar biasa kepada perempuan,” katanya.

“Maka saya heran jika masih ada kiai di negeri ini yang sering kali menempatkan perempuan di beranda belakang, sementara para mursyid thoriqoh, pimpinan dari mursyid thoriqoh dunia justru memberikan penghormatan luar biasa pada perempuan.”

Karena itu, Khofifah mengajak kita semua untuk mengaplikasikan perintah Al Qur’an: Wa ‘asyiruhunna bil ma’ruf (Dan pergaulilah mereka dengan cara yang baik). Bagaimana suami memperlakukan istri dengan baik, begitu sebaliknya. Lalu orang tua ke anak, begitu sebaliknya. “Ini pekerjaan kita bersama,” tandasnya.

Perintah Al Qur’an itu, tandas Khofifah, agar tak lagi terjadi kekerasan di negeri ini, terutama banyak menimpa perempuan. “Mudah-mudahan ibu-ibu sehat. Allah anugerahkan rezeki yang luas halalan toyyiban mubarokah, putra-putri yang saleh-salehan manfaat berkah, umur yang panjang sehat manfaat berkah,” ujarnya. ♦ lul

Baca juga

SILATURAHIM PP MUSLIMAT NU-WAPRES: Silaturahim Pengurus PP Muslimat NU dengan Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (13/7). | Foto: MNU Online

Temui Wapres JK, Khofifah Sampaikan Keberhasilan Muslimat NU di Pilkada

MNU Online | JAKARTA – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super