Peneguhan NKRI dari Kalbar

Khofifah: Indonesia Dicubit, Muslimat NU Ikut Sakit


MUSLIMAT NU JAGA NKRI: Warga Muslimat NU Kalimantan Barat, wujudkan cinta NKRI dengan menyanyikan lagu Syubbanul Wathon karya muassis NU, KH Wahab Chasbullah. | Foto: MNU Online

MNU Online | KAYONG UTARA – Memasuki bulan Agustus, Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSi kian gencar menggelorakan peneguhan kembali NKRI di setiap acara jamiyah yang dipimpinnya.

Saat memberi mauidhoh hasanah pada Harlah ke-71 dan pengukuhan Laskar Anti Narkoba yang digelar PW Muslimat NU Kalimantan Barat (Kalbar) di Aula Pendopo Kabupaten Kayong Utara, Minggu (6/8), Khofifah menyerukan untuk membangun kehidupan beragama yang berseriring dengan kehidupan bernegara.

“Mari kita tempatkan diri sebagai orang Indonesia yang beragam Islam, bukan orang Islam yang kebetulan ada di Indonesia,” katanya.

(Baca: Nasionalisme Muslimat NU Getarkan Gedung Islamic Center Pamekasan)

Apa bedanya? “Kalau sebagai orang Indonesia yang beragam Islam, maka kalau Indonesia dicubit orang kita merasa sakit. Kalau Merah Putih diganggu orang, kita terusik karena kita orang Indonesia,” jelasnya.

“Tapi kalau kita menempatkan diri sebagai orang Islam yang berada di Indonesia, maka seperti wisatawan. Mau Indonesia diganggu, dicubit, EGP (Emang Gue Pikirin),” tambah Khofifah yang disambut aplaus hadirin.

Harlah berlangsung meriah. Sejumlah tokoh dan pejabat hadir, di antaranya Bupati dan Wakil Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid dan Idrus serta jajaran Forkopimda; staf ahli bidang hukum Pemprov Kalbar yang mewakili Gubernur Drs Cornelis MH, Ketua PW Muslimat NU Kalbar, Dra Hj Isriyah; serta ribuan warga Muslimat NU, jajaran pengurus PCNU dan seluruh Banom.


TANDATANGANI PRASASTI: Di sela Harlah dan Pengukuhan LAN, Ketum Nyai Hj Khofifah IP menandatangani prasasti peresmian gedung TK dan PAUD Muslimat NU. | Foto: MNU Online

Karena itu, lanjut Khofifah, perempuan yang juga menjabat Menteri Sosial tersebut meminta warga Muslimat NU Kayong Utara dan se-Kalimantan Barat untuk menempatkan diri sebagai orang Indonesia yang beragam Islam.

“Itu pula kenapa akhirnya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari membuat maqolah: Hubbul wathon minal iman (Mencintai tanah air sebagain dari iman). Saking seringnya ungkapan ini dipakai, seolah-olah seperti hadits, padahal ini maqolah,” tandas Khofifah.

(Baca: Khofifah: Jangan Nodai Merah Putih dengan Radikalisme dan Korupsi)

Lalu, bagaimana salah satu wujud cinta Muslimat NU pada tanah air? Khofifah kemudian meminta  sejumlah warga Muslimat NU untuk naik panggung, berjejer, sambil membentangkan bendera Merah Putih yang telah disiapkan.

Diikuti ribuan warga Muslimat NU dan tamu undangan, secara berjamaah kemudian menyanyikan lagu Syubbanul Wathon (Ya Ahlal Wathon) karya besar KH Wahab Chasbullah sambil menggerakkan tangan terkepal ke depan simbol patriotik.

Doa Nabi Ibrahim


DOA UNTUK INDONESIA: Ketum Nyai Hj Khofifah IP didampingin Ketua PWMNU Kalbar, Hj Isriyah (tiga dari kiri) dan pengurus lainnya mendoakan Indonesia. | Foto: MNU Online

Tak hanya mengumandangkan Syubbanul Wathon, di bulan Agustus ini Khofifah juga mengajak ibu-ibu Muslimat NU agar tak berhenti mendoakan Indonesia supaya dianugerahi Allah Swt menjadi negara yang damai, rakyatnya rukun, bersatu dan sejahtera.

“Saya mohon di setiap pengajian, istighotsah, masukan doa seperti yang dipanjatkan Nabi Ibrahim As,” kata Khofifah sembari mengutip Al Qur’an Surat Al Baqoroh Ayat 126:

(Baca: Hadiri Peresmian Gereja sekaligus Berkunjung ke Kampung Mualaf)

Waidz qola ibrohimu robbij’al haadza baladan aaminan warzuq ahlahu minats-tsamaroti man aamana minhum billahi wal yaumil akhiri. Qola wa man kafaro faumatti’uhu qolilan tsumma adh-thorruhu ilaa ‘adzbinnari wa bi’sal mashiru.

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”.


BANTUAN: Ketum Nyai Hj Khofifah IP memberikan bantuan untuk warga dhuafa dan lansia. | Foto: MNU Online

Tak berhenti di situ, Khofifah juga mengajak warganya untuk terus menjaga NKRI dengan cara tidak menodai Merah Putih nodai dengan narkoba, terorisme maupun tindakan intoleransi. “Jaga jiwa kita agar tetap merah yang berarti berani dan putih yang berarti suci,” katanya.

(Baca: Pergunu Wajib Bangun Militansi NU dan Pejuang Aswaja)

Sebelumnya, peneguhan NKRI juga digelorakan Khofifah pada peringatan halal bi halal yang digelar PC Muslimat NU Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, di Gedung Islamic Center, Sabtu (29/7).

Disusul kemudian saat acara Halal bi Halal, Peringatan Harlah ke-71 dan Pengukuhan LAN yang digelar PC Muslimat NU Kabupaten Bojonegoro di GOR Dabonsia, Desa Ngumpak Dalem, Kecamatan Dander, Minggu (30/7).• jey, nur

Baca juga

Siapkan Generasi Emas Indonesia, Muslimat NU Pacu Kualitas PAUD

MNU Online | BANDUNG – Di 2045 nanti Indonesia memasuki usia satu abad (100 tahun). …

Watch Dragon ball super