Peringatan Maulid Nabi

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone


TAUSHIYAH KETUM: Ketum Nyai Hj Khofifah IP memberikan taushiyah pada peringatan Maulid Nabi di Gedung Pusdiklat Muslimat NU Pondok Cabe, Tangsel, Sabtu (20/1). | Foto: MNU Online

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSi menekankan pentingnya peran para ustadzah dalam menjaga jamaahnya. Hal itu disampaikan Khofifah saat memberi taushiyah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Gedung Pusdiklat Muslimat NU Pondok Cabe, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (20/1).

“Tugas ibu-ibu Muslimat NU, Hidmat MNU dan para ustadzah adalah liyundiruu qaumahum, idza roja’uu ilaihim la’allahum yahdzaruuna. (Memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat menjaga dirinya),” katanya.

(Baca: Peringati Maulid Nabi, PP Muslimat NU Santuni Anak Yatim dan Lansia)

Tugas ustadzah, lanjut Khofifah, yakni menyampaikan kepada jamaahnya. Meluruskan pikiran dan perilaku para jamaahnya, sehingga setelah mereka pulang dari majelis taklim tahu apa yang boleh dilakukan dan apa yang harus ditinggalkan. Terlebih di zaman yang serba teknologi.

“Kita ngitung setiap hari berapa jam kita di depan TV, berapa jam kita menggunakan handphone. Kita belanja pakai handphone, makan beli pakai go food. Teknologi telah memudahkan kita, tetapi harus dijaga karena fitnah, hoax maupun berita bohong yang setiap saat bisa masuk ke handphone kita,” paparnya.

<br /> BANTUAN ALAT BERMAIN: Penyerahan bantuan alat bermain untuk anak usia dini dari Kemendikbud. | Foto: MNU Online

BANTUAN ALAT BERMAIN: Penyerahan bantuan alat bermain untuk anak usia dini dari Kemendikbud. | Foto: MNU Online

Tanpa disadari, lanjut Khofifah, informasi tersebut kita kirim ke orang lain dan tidak melalui proses tabayyun. “Jangan sampai apa yang kita investasikan untuk akhirat, apa yang kita tabung lewat shalat, kita tabung amalan lewat pengajian, tapi kita gerus sendiri lewat handphone,” katanya.

Khofifah berpesan agar jangan mudah meviralkan sesuatu yang tidak jelas kebenarnaya. Misalnya, ada pesan seolah-olah pesan keagamaan yang menyebut bahwa memperingati Hari Ibu adalah haram. Padahal Rasulullah ketika ditanya siapa orang yang harus kita hormati dijawab “Ibumu” sampai tiga kali, baru bapakmu.

(Baca: Muslimat NU Berduka, Khofifah Takziah ke Ponpes Asshomadiyah Madura)

“Lama-lama tidak hanya peringatan Hari Ibu yang diharamkan, bahkan memperingati Maulid Nabi bukan hanya anggap bid’ah tetapi dikatakan haram juga,” tandas perempuan yang mantan Menteri Sosial tersebut.

Kalau ustadzah tidak membuat forum-forum halaqoh, bahtsul masail, tambah Khofifah, “Saya khawatir para usadzah ikut terprovokasi. Kalau ustadzahnya benar, ustadzahnya baik, maka insyaallah  jamaahnya akan lurus.” • ariyana wahidah

Baca juga

SANGAT TERPUKUL: Ketum Nyai Hj Khofifah memeluk Hj Wan Nedra Komaruddin saat bertakziah ke Ponpes Asshomadiyah Madura, Sabtu (13/1) siang. | Foto: MNU Online

Muslimat NU Berduka, Khofifah Takziah ke Ponpes Asshomadiyah Madura

MNU Online | BANGKALAN – Tangis dr Hj Wan Nedra Komaruddin SpA tak terbendung. Bahkan …

Watch Dragon ball super