Jangan Hanya Pidana, Beri Hukuman Tambahan Pemerkosa Yuyun

 PERBERAT HUKUMAN: Khofifah tak habis pikir dengan perangai para pelaku pemerkosa Yuyun. | Foto: MNU Online

PERBERAT HUKUMAN: Khofifah tak habis pikir dengan perangai para pelaku pemerkosa Yuyun. | Foto: MNU Online

MNU Online | GORONTALO – Dengan nada tegas, Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa meminta wajah pemerkosa sekaligus pembunuh siswi SMP di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Yuyun (14) agar diperlihatkan ke publik.

“Beri tambahan hukuman sosial bagi mereka, pelaku bisa di-publish. Ini supaya ada efek jera bagi siapa pun,” ujarnya usai melantik PW Muslimat NU Gorontalo periode 2016-2021 di Asrama Haji Gorontalo, Kamis (5/5).

Khofifah juga berharap pelaku tak hanya dijerat hukum pidana, tapi petut diberi hukuman tambahan bisa berupa kebiri alias hasrat seksualnya dihilangkan sementara.

Sayangnya hingga kini Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Kebiri masih digodok pihak kejaksaan, Polri dan kementerian terkait. “Mudah-mudahan pembahasan Perppu Kebiri cepat selesai,” harapnya.

Khofifah, sambil mengelus dada dan menghela nafas panjang, tak habis pikir dengan perangai para pelaku tersebut. “Kebayang nggak diperkosa 14 orang? Apa yang ada di pikiran mereka (pelaku)?” ujarnya.

Menurutnya, fenomena sadis tersebut tak hanya menimpa Yuyun karena dia mendapat informasi ada mahasiswa yang membunuh bunuh dosennya di Medan. “Ini sebenarnya apa yang terjadi?”

Untuk mencegah kejadian serupa, dia meminta publik agar membersihkan pikiran masing-masing. Dengan begitu diharapkan muncul perilaku yang baik sehingga peristiwa pemerkosaan massal yang menimpa Yuyun tak terulang.

Kebayang nggak diperkosa 14 orang? Apa yang ada di pikiran mereka (pelaku)? Beri tambahan hukuman sosial bagi mereka, pelaku bisa di-publish. Ini supaya ada efek jera bagi siapa pun.”

Sebelumnya diberitakan 12 dari 14 pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun sudah dibekuk polisi. Dari 12 orang tersebut, tujuh di antaranya masih remaja dan sudah menjalani proses persidangan. Mereka masing-masing dituntut 10 tahun penjara.

Peristiwa pemerkosaan yang dialami Yuyun pada 2 April lalu terbilang sangat sadis. Saat itu korban dalam perjalanan pulang ke rumahnya dari sekolah. Di tengah perjalanan dia dihadang pelaku lalu dibawa ke perkebunan sawit.

Di sana Yuyun dianiaya terlebih dulu baru diperkosa secara bergilir oleh 14 pelaku. Diduga, Yuyun menghembuskan napas terakhir saat dalam pemerkosaan. Tubuh lalu dibuang pelaku ke jurang sebelum dua hari kemudian jasadnya ditemukan warga yang tengah mencarinya. ♦ nur

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super