Halal bi Halal PCMNU Bojonegoro

Khofifah: Jangan Nodai Merah Putih dengan Radikalisme dan Korupsi


JANGAN NODAI MERAH PUTIH: Ketum Nyai Hj Khofifah IP memberi mauidhoh hasanah pada halal bi halal PCMNU Bojonegoro di GOR Dabonsia. | Foto: MNU Online

MNU Online | BOJONEGORO – 28 ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se-Kabupaten Bojonegoro tak beranjak dari atas panggung, usai dikukuhkan sebagai Laskar Anti Narkoba (LAN) oleh Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSi.

Begitu juga dengan Khofifah, tetap di atas panggung untuk memberi mauidhoh hasanah. Sejurus kemudian dia meminta para ketua PAC tersebut berdiri, berbaris rapi untuk menerima bendera merah putih lalu membentangkannya.

Diikuti puluhan ribuan warga Muslimat NU dan tamu undangan, secara bersama-sama kemudian menyanyikan lagu Syubbanul Wathon (Ya Ahlal Wathon) karya besar KH Wahab Chasbullah sambil menggerakkan tangan terkepal ke depan simbol patriotik.

(Baca: Nasionalisme Muslimat NU Getarkan Gedung Islamic Center Pamekasan)

Momen tersebut adalah bagian dari peneguhan Muslimat NU dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lewat acara halal bi halal, dirangkai dengan peringatan Harlah ke-71 dan pengukuhan LAN yang digelar PC Muslimat NU Kabupaten Bojonegoro di GOR Dabonsia, Desa Ngumpak Dalem, Kecamatan Dander, Minggu (30/7).

“Inilah cara Muslimat NU dalam menjaga dan mencintai negeri ini. Antara lain jangan nodai NKRI, jangan nodai Merah Putih dengan narkoba, terorisme, radikalisme maupun korupsi,” kata Khofifah berapi-api.


JAGA NKRI: Para ketua PAC Muslimat NU se-Kabupaten Bojonegoro membentangkan bendera merah putih, komitmen menjaga NKRI. | Foto: MNU Online

Saya ingin, lanjut Khofifah, “Mengajak pada kita semua. Bangun cinta tanah air di dalam hati kita, seperti halnya yang diamanatkan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, hubbul wathan minal iman yang kemudian diciptakan syairnya oleh Mbah Wahab (KH Wahab Chasbullah).”

(Baca: Deklarasi LAN Digelar di Ruang Paripurna DPRD)

Usai peneguhan kembali nasionalisme, Khofifah kemudian meminta para ketua PC melipat bendera merah putih untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing.

“Jaga Merah Putih, jaga negeri ini, jaga NU, jaga Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, jaga Islam rahmatan lil ‘alamin, mudah-mudahan Allah anugerahkan Indonesia baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur,” pintanya.

Sebelumnya peneguhan nasionalisme juga dikobarkan Khofifah saat menghadiri peringatan halal bi halal yang digelar PC Muslimat NU Kabupaten Pamekasan di Gedung Islamic Center, Sabtu (29/7) lalu.

GOR Penuh Sesak


CINTA TANAH AIR: Puluhan ribu warga Muslimat NU meneguhkan NKRI dengan menyanyikan lagu Syubbanul Wathon karya besar KH Wahab Chasbullah. | Foto: MNU Online

Halal bi Halal yang digelar PC Muslimat NU Bojonegoro berlangsung meriah. GOR Dabonsia yang berkapasitas 7.000 orang bahkan tidak mampu menampung seluruh anggota yang datang dari berbagai kecamatan. Alhasil mereka yang tidak kebagian tempat harus menyaksikan acara dari areal parkir GOR.

(Baca: Beri Bantuan, Muslimat NU Bojonegoro Turun ke Lokasi Banjir)

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Bupati Bojonegoro, Suyoto dan jajaran Forkopimda; Ketua PCNU Bojonegoro, KH Kholid Ubed dan jajaran pengurus, Banom, lajnah maupun lembaga; Anggota DPR RI, Ana Muawanah; Wakil Bupati yang juga Ketua PC Muslimat NU Lamongan, Kartika Hidayati; serta pimpinan organisasi wanita se-Kabupaten Bojonegoro.• nur

Baca juga

Siapkan Generasi Emas Indonesia, Muslimat NU Pacu Kualitas PAUD

MNU Online | BANDUNG – Di 2045 nanti Indonesia memasuki usia satu abad (100 tahun). …

Watch Dragon ball super