Khofifah Lantik PW Muslimat NU Sulsel

pelantikan-nu-sulsel

MNU Online | MAKASSAR – Ketua umum Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa melantik Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Sulsel di gedung IMMIM Makassar, Senin (31/10/2011). Acara pelantikan yang dirangkai dengan sosialisasi empat pilar bangsa Indonesia ini juga dihadiri Wakil Ketua Ketua MPR RI Lukman Syaefuddin, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, H Abu Djaropi, Rektor UMI Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar, Ketua Maarif Pusat Mansyur Ramly, unsur Muspida, pengurus muslimat dan undangan lainnya.

Wakil Ketua MPR RI Lukman Syaefuddin mengatakan, dengan terlaksananya pelantikan untuk pengurus baru ini, diharapkan mampu melajutkan tongkat estafet serta menjalankan semua program kerja yang telah direncanakan.

“Kita sebagai bangsa yang besar mengharapkan semua pihak turut membantu dalam membangun negara kita ini. Olehnya itu, Muslimat NU diharapkan mampu menciptakan suasana harmonis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Lukman.

Gubernur Syahrul Yasin Limpo menambahkan, Muslimat NU sebagai organisasi perempuan sangat berperan aktif terhadap berbagai kepentingan umat. “Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bukan hanya laki-laki yang bisa membangun negara ini, melainkan juga kaum perempuan,” kata Syahrul.

Sementara itu, Ketua Umum Pemimpin Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, terlepas dari pelantikan ini, dia lebih banyak membahas tentang empat pilar Indonesia. Menurutnya setiap saat harus selalu dilakukan penguatan. Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku tentu akan sangat rentan dengan semua doktrin atau pengaruh dari luar yang bisa saja berdampak negatif terhadap perkembangan negara ini.

“Negara kita terdiri dari banyak suku. 75%-nya ada di kawasan Indonesia Timur. Jika penguatan tidak dilaksanakan secara menyeluruh, terutama para generasi muda, negara kita sangat terancam,” jelasnya.

Nurul Fuadi yang untuk kedua kali menjabat sebagai Ketua PW Muslimat NU Sulsel mengatakan, pihaknya tidak akan menjadikan pelantikan ini sebagai suatu aspek formal saja. Melainkan akan dijadikan suatu titik pacu untuk membangun Muslimat NU menjadi lebih berkembang. Melanjutkan program yang sudah ada, selain itu menciptakan program baru yang akan dijalankan ke depannya.♦ mil

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super