Khofifah Minta Maba Unisma Jadi Orang Indonesia yang Beragama Islam

????????????????????????????????????

MOTIVASI MABA: Ketum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa memotivasi Maba Unisma dalam Oshika Maba 2016. | Foto: MNU Online

MNU Online | MALANG – Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengajak mahasiswa baru (maba) Universitas Islam Malang (Unisma) untuk menjadikan diri sebagai orang Indonesia yang beragama Islam. Bukan sebaliknya, merasa menjadi orang Islam yang berada di Indonesia. Apa bedanya?

“Kalau kita menjadikan diri kita orang Indonesia yang beragama Islam, maka kita akan bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi di negeri ini. Kalau, misalnya, ada kemiskinan maupun kekurangan gizi kita akan tertantang untuk ikut menyelesaikan,” katanya saat memberi kuliah umum dalam Orientasi Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (Oshika Maba) 2016 di kampus Unisma, Senin (5/9).

Begitu pula kalau ada PR besar negeri ini yang hari ini berperang melawan narkoba, lanjut Khofifah, kita juga turut menjadi bagian yang ikut bertanggung jawab menyelamatkan anak bangsa. “Jangan sampai menjadi korban penyalahgunaan narkoba,” pintanya.

Sebaliknya, tambah perempuan yang juga Menteri Sosial (Mensos) RI tersebut, kalau kita menempatakan diri sebagai orang Islam yang berada di Indonesia maka hanya sebatas menjadi ‘wisatawan’ di negeri ini.

“Ada konflik antarkampung antarpelajar, misalnya, atau ada problem kemiskinan, kebodohan maupun ketelantaran, maka kita hanya akan menjadi penonton,” katanya. “Kita seperti wisatawan karena kebetulan saja berada di Indonesia dan kebetulan beragama Islam. Melihat semua itu ya sudah kita tonton saja.”

“Kalau menjadikan diri kita orang Indonesia yang beragama Islam, maka kita akan bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi di negeri ini.

Karena itu, Khofifah mengajak untuk membaktikan diri, menempatkan diri kita sebagai orang Indonesia yang beragam Islam.

“Maka nanti akan ada bangunan-bangunan nilai, bagaimana sebenarnya bangunan nilai kehidupan manusia yang baik menurut hujjah-nya Nahdlatul Ulama ada sikap tawazzun (keseimbangan),” paparnya.

Khofifah mengingatkan agar para maba menyiapkan diri untuk merencanakan masa depan dengan baik karena semua kesuksesan dilalui lewat proses. “Tidak ada tanpa proses langsung jadi dokter, sarjana teknik sipil, sarjana manajemen maupun lainnya,” ujarnya.

Proses perlu dilalui, dijalani sambil menengok ada yang pernah terjadi, misalnya kenapa ada mahasiswa yang sampai di-DO (drop out) serta melihat apa yang mengantarkan Unisma meraih sukses di kopertis.

“Antara lain manajemen kampusnya, kreatifitas mahasiswanya, penelitian dan pengabdian perguruan tinggi-nya. Kita lihat apa yang kemarin menjadi titik sukses kita kembangkan,” tandasnya. ♦ nur

Baca juga

PENGUATAN MAJELIS TAKLIM: Workshop Bidang Ekonomi dan Koperasi Muslimat NU di Gedung PBNU, Rabu (7/11). | Foto: MNU Online

Hindari Rentenir, Muslimat NU Perkuat Majelis Taklim dengan Koperasi

MNU Online | JAKARTA – Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) Muslimat NU akan membantu membuatkan koperasi …

Watch Dragon ball super