Khofifah: Negeri Ini Sedang Hadapi Monster Narkoba

 TOLAK NARKOBA: Ketum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa membubuhkan tanda tangan menolak narkoba. | Foto: MNU Online

TOLAK NARKOBA: Ketum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa membubuhkan tanda tangan menolak narkoba. | Foto: MNU Online
Bismillahirrahmanirrahim..
Dengan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa
Kami Laskar Anti Narkoba Muslimat Nahdlatul Ulama Berikrar:
1. Bersatu melawan narkoba.
2. Mendorong semua ibu memastikan keluarganya bebas narkoba.
3. Memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
4. Mendukung hukum mati bagi pengedar narkoba.
5. Merehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba.
Blitar, 10 April 2016
(Laskar Anti Narkoba Muslimat Nahdlatul Ulama)

MNU Online | BLITAR – Belakangan ini, ikrar Laskar Anti Narkoba selalu mewarnai peringatan Harlah ke-70 Muslimat NU di berbagai penjuru daerah, sejak dimulai dari puncak Harlah di Stadion Gajayana, Kota Malang, 26 Maret 2016 silam. Tak terkecuali Muslimat NU Kabupaten Blitar yang menggelar Harlah di Lapangan Bakung, Minggu (10/4).

Bahkan Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa tak henti-hentinya mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkoba. Selain merusak generasi bangsa, dalam sehari korban meninggal dunia mencapai 40 sampai 50 orang.

“Sekarang ini perang paling signifikan bahayanya adalah narkoba. Mudah-mudahan anak cucu kita, keturunan kita, bangsa kita semua dijaga Allah Swt dari bahaya narkoba,” ujarnya.

Khofifah kembali mengingatkan, sejak ikrar pembentukan Laskar Anti Narkoba yang diikuti pimpinan Muslimat NU se-Indonesia dari berbagai tingkatan, maka ranting maupun Ancab (anak cabang) diperintahkan kembali membacakan ikrar.

Kenapa Muslimat NU harus menyiapkan Laskar Anti Narkoba? “Subhanallah. Pada 2015 kira-kira Rp 63 triliun uang masyarakat dibeli untuk narkoba. Bayangkan kalau itu dibuat membangun pesantren atau rumah sakit se-Jatim, pasti bagus semua,” jelasnya.

“Seringkali para kiai dan bu nyai dawuh: al ‘aqlus salim fil jismis salim (akal yang sehat terletak pada badan yang sehat). Kalau sudah terkena narkoba ini yang terpengaruh konstruksi otaknya.”

Narkoba ‘Dibungkus’ Vitamin

Khofifah jika mengajak semuanya untuk berhati-hati dengan orang yang seolah-olah baik hati agar berita narkoba masuk pesantren tak terulang. Dia lantas bercerita, dalam kasus itu ada orang memberi sesuatu yang disebut vitamin. Kalau diminum maka dzikirnya tambah panjang dan khusyu’.

blitar__laskar-anti-narkoba

IKRAR: Pembacaan ikrar Laskar Anti Narkoba Muslimat NU saat Harlah di Lapangan Bakung, Minggu (10/4). | Foto: MNU Online

“Santri menganggap itu vitamin, pengasuhnya juga nggak tahu kalau itu narkoba. Sepertinya dia ngasih vitamin ternyata ini pura-pura. Ini PR kita, pesantren, para kiai pada bu nyai,” tandasnya.
Apalagi, Khofifah mendapat informasi kalau sekarang ini di Indonesia tidak ada RW yang bebas narkoba. Maka Muslimat NU punya tugas di masing-masing keluarganya untuk memastikan bebas narkoba.

“Di masing-masing jam’iyah ada yang ranting ada yang Ancab, pastikan keluarga masing-masing jama’ah di jam’iyahnya bebas narkoba. Maka Muslimat NU sekarang harus cincing-cincing. Dulu Mbah Wahab (KH Wahab Chasbullah) dawuh: cancut tali wondo (ikut bekerja sama dengan segenap kemampuan yang dimiliki),” paparnya.

Menteri Sosial RI itu juga meminta warga Muslimat NU saat keliling di pegajian-pengajian untuk menyampaikan bahwa negeri ini sekarang berhadapan dengan monster. “Ini sangat mengerikan karena bahayanya luar biasa. Mudah-mudahan kita semua dijaga dan diselamatkan Allah. Amin,” tuntasnya. ♦ nur

Baca juga

PENGUATAN MAJELIS TAKLIM: Workshop Bidang Ekonomi dan Koperasi Muslimat NU di Gedung PBNU, Rabu (7/11). | Foto: MNU Online

Hindari Rentenir, Muslimat NU Perkuat Majelis Taklim dengan Koperasi

MNU Online | JAKARTA – Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) Muslimat NU akan membantu membuatkan koperasi …

Watch Dragon ball super