Refleksi Hari Lahir ke-91 NU

Khofifah: NU Harus Tetap Jadi Mobil Plat Hitam


AMANAH KIAI MUHITH: Profil picture di aplikasi WhatsApp Ketum Khofifah IP sejak kali pertama menggunakan smart phone. | Foto: Dok.Pribadi

MNU Online | JAKARTA – Sudah sekian tahun, tapi pelajaran sekaligus amanah dari KH Abdul Muhith Muzadi — salah seorang kiai konseptor khitthah NU dan santri langsung Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari — begitu kuat tertanam di hati dan pikiran Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi.

Pelajaran apakah yang dimaksud? “Oleh Kiai Muhith Muzadi saya diajarkan untuk selalu menempatkan NU seperti mobil plat hitam. Bukan mobil plat kuning yang bisa disewa siapa saja dan bisa ditumpangi serta berhenti dimana saja. Bukan juga plat merah,” ungkap Khofifah memberi refleksi di Hari Lahir ke-91 Nahdlatul Ulama, Selasa (31/1).

(Baca: Wawancara Khusus Ketum PP Muslimat NU (1): Rajin Turun ke Bawah, Tidur Empat Jam Terasa Mewah)

Amanah tersebut, lanjut Khofifah, terus dipegangnya hingga kini. Bahkan dijadikan profile picture di aplikasi percakapan WhatsApp sejak kali pertama menggunakan smart phone. “Sebagai pengingat saya dalam melayari kehidupan,” imbuhnya.

Khofifah menuturkan, dirinya dan NU tidak bisa dipisahkan karena lahir, tumbuh, berkembang dan dibesarkan dalam tradisi dan pemikiran NU.

Pun ketika kini diberi amanah Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Sosial RI, dia tetap menerapkan metode dan pemahaman keagamaan dan kebangsaan yang diajarkan para gurunya dan ulama NU, salah satunya KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

(Baca: Wawancara Khusus Ketum PP Muslimat NU (2): Ketua Periodik, Format Fastabiqul Khairat di Muslimat NU)

Menurutnya, di usia ke-91 ini NU telah menjadi Ormas Islam terbesar di Indonesia. Kadernya tersebar luas di berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara serta memainkan berbagai peran strategis.

Spektakulernya lagi, tambah Khofifah, NU sukses mendidik anak bangsa dengan nilai-nilai moderasi, toleransi dan keseimbangan melalui berbagai pesantren yang tidak sedikit telah berusia lebih dari satu abad.

“Saya bangga dan bersyukur lahir dari rahim NU dan tumbuh kembang dalam jam’iyah NU,” tandasnya.

Ke depan, Khofifah berharap NU tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal nilai-nilai toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tak kalah penting, turut serta berperan aktif hadir dan membantu pemerintah dalam menyelesaikan berbagi permasalahan sosial kemasyarakatan,” tuntasnya.• nur

Baca juga

PENCEGAHAN TPPO: Sosialisasi pendidikan pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Purwokerto, Jawa Tengah. | Foto: MNU Online

Cegah TPPO, 3 Hari Muslimat NU Gelar Sosialisasi di Purwokerto

MNU Online | PURWOKERTO – Selama tiga hari, 12-14 September 2018, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat …

Watch Dragon ball super