Home » WARTA »


Khofifah : Pendidikan Harus Mencetak Generasi Bermoral

gebyar-pendidikan-3

JAKARTA–Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar, mengatakan, pihaknya merasa bersedih mendengar banyaknya kasus korupsi yang menimpa Indonesia, terutama kasus dugaan korupsi di Kementerian Agama yang belakangan menjadi sorotan publik.

“Saya sedih mendengar adanya kasus dugaan korupsi pengadaan Al-Quran, apalagi kasus ini muncul menjelang bulan suci Ramadhan,” kata Khofifah pada acara Gebyar Pendidikan Islam untuk Taman Kanak-kanak se-Jabotabek yang digelar Muslimat Nahdaltul Ulama, di Masjid At-Tin, TMII, Selasa (10/7).


Menurutnya, masalah korupsi yang membelit bangsa Indonesia saat ini tak lepas dari gagalnya pendidikan Indonesia mencetak kader bangsa yang berkualitas dan bermoral. Untuk itu, pendidikan Indonesia kedepan harus menjamin lahirnya generasi yang berpretasi dan bermoral.

“Saya berpesan kepada anak-anak semua, jadilan generasi yang berakhlaq mulia dan brprestasi,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN era Gus Dur ini.

Khofifah menjelaskan, pada masa lalu, pendidikan Islam berhasil mencetak ilmuan hebat yang sekaligus ahli ilmu agama. Mereka tak hanya terkenal di dunia Islam, tapi juga di seluruh dunia.

“Jadilah dokter seperti Ibnu Sina yang hafal Al-Quran. Jadilah Sosiolog seperti Ibnu Kholdun yang juga hafal Al-Quran. Dan, jadilan ahli tasawuf seperti Imam Ghzali yang hafal Al-Quran,” katanya.

Sementara itu, Gebyar Pendidikan Islam untuk Taman Kanak-kanak se-Jabotabek yang digelar Muslimat NU tersebut, disambut antusias oleh para peserta. Lebih dari 2.700 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan yang diisi dengan berbagai lomba tersebut.

Menteri Agama Suryadharma Ali menilai Gebyar Pendidikan Islam merupakan wujud kepedulian Muslimat terhadap anak Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan Muslimat NU atas kerjasama dengan Kemenag.

Suryadharma yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ini mengatakan, kegiatan dengan tema ramah anak itu sesuai dengan program yang telah dilaksanakan Kemenag dengan memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak jalanan.

“Karena kota ramah anak itu bercerikan kotanya bersih dari anak-anak jalanan, baik di tingkat kabupaten/kota,” kata Suryadharma.

Ia mengatakan, kehidupan di jalanan begitu keras dan berpotensi menjadi korban kejahatan, kehidupan seperti itu tidak cocok bagi anak-anak. Karena itu, Kemenag membuat program pendidikan bagi anak-anak jalanan.

“Lebih dari 10.000 anak jalanan dari seluruh Indonesia telah mengikuti program ini karena itu ke depan kami akan mengajak Muslimat NU,” tuturnya.mil

Baca juga

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super