Home » WARTA »


Khofifah : Predikat Daerah Ramah Anak Harus Aplikatif

kip_new

JAKARTA–Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa mengatakan, konsep daerah yang ramah pada anak-anak harus menjadi program aplikatif dalam kehidupan di masyarakat. Terlebih banyak daerah yang mengdeklarasikan diri sebagai kawasan ramah anak, namun pada kenyataannya tidak kondusif bagi perkembangan dan masa depan anak.

“Saya melihat predikat kota ataupun daerah ramah anak masih verbalistik. Saya sering ketemu daerah yang berpredikat ramah anak, namun kongkritnya tidak. Misalnya masih ada anak-anak yang mengemis di jalanan, masih banyak anak putus sekolah, bahkan masih ada angka kekerasan seksual anak (inses) dalam rumah tangga,” kata Khofifah dalam jumpa pers di kantor Muslimat, Jl Pengadegan Timur Raya, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (8/7).


Khofifah menjelaskan, Negara ataupun kabupaten/kota yang diberi predikat ramah anak mestinya diseleksi berdasarkan hal-hal kongkrit yang bisa dilihat. Misalnya daerah tersebut tak ada sama sekali anak jalanan, tak ada anak putus sekolah, tak ada jual beli anak, bahkan jangan sampai ada broker prostitusi yang melibatkan anak-anak.
“Malah gak usah di daerah tertinggal, di kota besar saja masih banyak kita lihat pengemis jalanan, anak tak sekolah dan sebagainya. Masak ini disebut kota ramah anak,” ungkapnya.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di Era Gus Dur ini menuturkan, angka inses di banyak daerah masih sangat tinggi, dan sayangnya masalah ini tak mampu diselesaikan di daerah-daerah. Terjadinya inses tersebut, lanjut dia, juga disebabkan budaya masyarakat yang masih sangat introfert, serta desain rumah pedesaan yang biasanya tanpa kamar dan ditempati semua keluarga.

Terkait kegiatan Gebyar Pendidikan Agama Islam bagi Anak-Anak TK, Khofifah menjelaskan bahwa target kegiatan ini adalah member pembekalan akhlak dan pemahaman agama yang cukup bagi anak usia dini. Karena itu, target anak-anak yang dilibatkan dalam program ini bukan anak yang masuk di TK Islam ataupun Raudhatul Adfal, melainkan anak TK umum.

Kegiatan ini dilakukan dengan berbagai macam lomba, hingga tabligh akbar menjelang ramadhan yang akan dibuka Menteri Agama Suryadharma Ali. Gebyar pendidikan agama Islam bagi Taman Kanak-Kanak sendiri menargetkan 2.500 peserta, dan hingga saat ini sudah 1.347 peserta yang terdaftar. Kegiatan ini akan digelar di Masjid At Tin, TMII, Jakarta, 10 Juli 2012 mendatang.

“Target kita adalah melakukan penguatan pendidikan Islam di sekolah umum. Kita ingin tanamkan pada jiwa anak sejak dini untuk bersatu mewujudkan Indonesia yang raham terhadap anak. Sebab sekarang generasi tua maupu muda di Indonesia sudah banyak yang tak punya pegangan akhlak, sehingga koruptor juga banyak dari kalangan pemuda,” ungkap Khofifah.mil

Baca juga

SILATURAHIM PP MUSLIMAT NU-WAPRES: Silaturahim Pengurus PP Muslimat NU dengan Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (13/7). | Foto: MNU Online

Temui Wapres JK, Khofifah Sampaikan Keberhasilan Muslimat NU di Pilkada

MNU Online | JAKARTA – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super