Home » WARTA »


Khofifah : Presiden RI Tumbang Karena Kurang Implementasikan Pancasila

khofifahSURABAYA-Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, tumbangnya kepemimpinan Presiden RI sejak zaman Soekarno hingga Gus Dur akibat kurangnya implementasi terhadap Pancasila sebagai dasar negara.

“Bung Karno merupakan sosok besar, proklamator, jasanya banyak. Tapi turunnya melalui cara yang tidak diinginkan akibat implementasi terhadap pancasila yang kurang,” kata Khofifah saat menghadiri Harlah ke-65 Cabang Muslimat NU Surabaya di Taman Bungkul Surabaya, Selasa (17/5).

Menurut dia, Soekarno kurang mengimplementasikan sila pertama dalam Pancasila yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Kekurang hati-hatian Soekarno pada saat mengakomodasi komunisme dalam Nasakom (nasionalisme, agama dan komunis) sehingga akhirnya berujung pada tumbangnya kepemimpinannya.


Begitu juga dengan tumbangnya Presiden Soeharto yang kurang mengimplementasikan sila kedua Pancasila yakni soal kemanusiaan yang adil dan beradab.
Soeharto diketahui jasanya besar di negeri ini, tapi selama jadi presiden, masyarakat dijadikan dua kelompok yakni masyarakat kelas satu dan kelas dua, sehingga akhirnya menimbulkan kesenjangan sosial.

“Misal PNS (pegawai negeri sipil) tidak boleh menjadi anggota PPP (Partai Persatuan Pembangunan) dan PDI (Partai Demokrasi Indonesia) tapi harus punya Nomor Pokok Anggota Golkar (NPAG),” katanya.

Selain itu, lanjut dia, persoalan lainnya yakni pelanggaran HAM yang begitu mengemuka bahkan di dunia internasional sehingga mengakibatkan Soeharto diturunkan.
Presiden Habibie ketika menjadi presiden pernah menandatangani Referendum Timor Timur di New York. Namun setelah itu Timor Timur melepaskan diri dari NKRI. “Sila ke tiga Pancasila yakni persatuan yang kurang dimaksimalkan oleh Habibie,” katanya.

Turunnya Presiden Abdurahman Wahid juga tidak diharapkan, karena pada proses sidang istemewanya, Gus Dur membubarkan MPR dan DPR. “Gus Dur mengabaikan aspek permuyawaratan yakni sila ke empat pancasila,” kata mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur ini.

Namun, lanjut dia, untuk Presiden Megawati tidak ada masalah karena proses suksesinya melalui proses demokrasi yakni proses pemilu.
Adapun yang menjadi perhatian sekarang ini adalah kurangnya rasa keadilan di negeri ini yang masuk dalam sila kelima Pancasila.

“Baru-baru ini sempat dikagetkan ada seoarang anak menemukan pulsa Rp10 ribu, tapi akhirnya dibawa ke pengadilan dan dituntut 7 tahun. Belum lagi kasus Mbok Mina yang dituduh mencuri karena mengambil buah kakao sehingga harus berhadapan dengan pengadilan,” katanya.mil/ant

Baca juga

SILATURAHIM PP MUSLIMAT NU-WAPRES: Silaturahim Pengurus PP Muslimat NU dengan Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (13/7). | Foto: MNU Online

Temui Wapres JK, Khofifah Sampaikan Keberhasilan Muslimat NU di Pilkada

MNU Online | JAKARTA – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super