Halal bi Halal PCMNU Konsel

Khofifah Sebut Ponpes Benteng Pertahanan ‘PBNU’


BENTENG ‘PBNU’: Ketum Nyai Hj Khofifah menyebut Ponpes adalah benteng pertahanan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. | Foto: MNU Online

MNU Online | KONAWE SELATAN – Tak perlu diragukan lagi perjuangan para santri pondok pesantren (Ponpes) dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keutuhan NKRI.

Setelah merdeka, perannya pun bertambah karena juga bertugas membentuk karakter bangsa, dengan latar belakang keberagaman etnis dan kemajemukan keyakinan.

Karena itu Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSi menyebut Ponpes adalah benteng pertahanan ‘PBNU’: Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Undang-Undang Dasar 1945.

(Baca: Aktif Berkegiatan, Warga Muslimat NU Jangan Lupa Ketahanan Keluarga)

“Ulama dan pengasuh Ponpes merupakan tokoh yang mempunyai fungsi strategis sebagai pengayom dan pemersatu umat,” kata Khofifah saat menghadiri acara Halal bi Halal di Ponpes Minhajut Thullab, Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, Senin (17/7).

Acara yang digelar PC Muslimat NU Konsel ini dirangkai dengan deklarasi Laskar Anti Narkoba (LAN), penyerahan bibit cabai dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan pemberian santunan untuk dhuafa.

Signifikansi peran tersebut, lanjut Khofifah, “Lantaran Ponpes bekerja membentuk akhlak anak didik yang nantinya menjadi pewaris bangsa. Tentunya memberikan pendidikan berbasiskan agama Islam yang rahmatan lil alamin. Islam yang sejuk, islam yang toleran.”

Terkait munculnya aksi yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Islam dengan sistem khilafah, Khofifah menegaskan di hadapan pengasuh Ponpes dan warga Muslimat NU bahwa ‘PBNU’ sudah final menjadi konsensus bersama.

(Baca: Penguatan Ekonomi dan Layanan, PPMNU Teken MoU dengan Tiga Pihak)

Para pendiri negara ini, lanjutnya, sudah menyepakati bentuk negara dan sistem pemerintahan yang mengakomodasi seluruh kelompok, golongan dan semua agama yang ada di Indonesia.

“Saya sering berpesan, agar kita menempatkan posisi kita sebagai orang Indonesia yang beragama Islam, bukan sebaliknya menempatkan sebagai orang Islam yang kebetulan berada di Indonesia,” katanya.

“Dengan begitu ada rasa tanggung jawab manakala bangsa ini diganggu. Itu adalah manifestasi nyata dari Hubbul Wathan Minal Iman,” tandasnya.

Sasar Pelajar-Mahasiswa


HALAL BI HALAL PCMNU KONSEL: Ketum Nyai Hj Khofifah menghadiri acara Halal bi Halal di Ponpes Minhajut Thullab, Konawe Selatan, Senin (17/7). | Foto: MNU Online

Khofifah menerangkan, saat ini penyebaran radikalisme telah menyasar kaum pelajar dan mahasiswa. Paham tersebut disebarkan antara lain oleh guru, dosen atau pengajar yang berafiliasi atau bersimpati terhadap organisasi yang berkeinginan mengganti Pancasila dengan ideologi transnasional. Arahnya adalah doktrinisasi generasi muda bangsa untuk mendukung khilafah.

“Pergerakan mereka tidak statis. Penyebaran pengaruh juga dilakukan dengan serangkaian perekrutan anggota baru, pelatihan dan pendidikan kader yang dilakukan secara masif,” katanya.

(Baca: Khofifah: Anak Indonesia Harus Lebih Bahagia dan Terlindungi)

“Saya harap kita semua harus meningkatkan kewaspadaan. Minimal jangan sampai merasuk kepada keluarga kita.”

Khofifiah menuturkan, selain karena pengaruh pengajar, radikalisme juga terjadi akibat derasnya arus informasi yang beredar di media sosial dan internet. Lantaran tidak ada filter, informasi yang beredar pun menjadi tidak terkendali.

Menurut Khofifah, perspektif kemaslahatan umum harus ditata kembali. Termasuk dalam hal berguru dan mencari ilmu. Saat ini, tambahnya, mayoritas orang mencari ilmu lewat gadget. Alhasil, banyak yang menjadi sesat karena tidak mengetahui asal muasal dalil dan sumber informasi tersebut.

“Sanadnya tidak jelas. Jadi kalau mau berguru atau mencari ilmu harus jelas siapa yang menjadi jujugan sehingga tidak salah ajar,” tuturnya.• lul

Baca juga

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super