Penguatan Lembaga Pendidikan

Khofifah: Sertifikasi dan Akreditasi Bukan Tantangan tapi Penataan


BERI ARAHAN: Ketum Nyai Hj Khofifah IP memberikan arahan dalam workshop penguatan kelembagaan pendidikan PW Muslimat NU Jatim. | Foto: MNU Online

MNU Online | SURABAYA – Saat ini lembaga pendidikan tidak bisa keluar dari format nasional, bahwa para guru semakin membutuhkan kualifikasi dengan sertifikasi dan sekolah semakin membutuhkan kualifikasi dengan akreditasi.

“Kalau kita melihat ini sebagai sebuah tantangan, ya tantangan. Tapi kalau kita melihat ini sebagai sebuah proses penataan, ya penataan. Tergantung kita melihatnya dari perspektif mana,” kata Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSi.

Pernyataan itu disampaikan Khofifah saat memberikan arahan dalam workshop penguatan kelembagaan pendidikan Muslimat NU menuju pemenuhan standar nasional yang digelar PW Muslimat NU Jatim di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Minggu (26/11).

(Baca: Khofifah Resmikan Kantor Muslimat NU Surabaya Bernilai Rp 6 Miliar)

Workshop diikuti pengurus PW dan PC Muslimat NU se-Jatim. Hadir pula Ketua Pengurus Pusat Yayasan Pendidikan Muslimat NU (YPMNU) Hj Roosmani Soedibyo MSc PhD dan Ketua PW Muslimat NU Jatim, Dra Nyai Hj Masruroh Wahid MSi.

Namun demikian, lanjut Khofifah, dalam proses berorganisasi memang harus membangun institutional building dan proses penguatan kelembagaan harus diikuti capacity building.

“Jadi ini nyambung sebetulnya. Ini dua bahasa sejak saya menjadi Ketum Muslimat NU selalu saya sampaikan: Institutional building dan capacity building,” katanya.

(Baca: Persoalan Pancasila Selesai, Muslimat NU Perkuat Perangkat Organisasi)

Ketika kita bicara institutional building, papar Khofifah, maka akreditasi kelembagaan harusnya sudah disiapkan. Dan, ketika bicara capacity building, maka sertifikasi guru TK, PAUD maupun RA sudah harus disiapkan pula.

“Sehingga kalau kita melihatnya sebagai perspektif penataan maka ini adalah peluang. Peluang kita untuk menata. Dari sini kita akan tahu, secara kelembagaan berapa sih yang langsung di dalam kepemilikan Muslimat NU,” ucapnya.

“Dan secara kelembagaan, berapa sebenarnya Muslimat NU sebagai pembinanya. Baik itu dimiliki oleh perorangan atau lembaga lain tapi terasosiasi di dalam YPMNU. Jadi jangan dianggap tantangan, nanti terasa berat.”

Kesetaraan Perlakuan


SAMBUTAN HANGAT: Kehadiran Ketum Nyai Hj Khofifah IP disambut hangat pengurus PW dan PC Muslimat NU se-Jawa Timur. | Foto: MNU Online

Meski secara kelembagaan ada yang berstatus kepemilikan dan pembinaan, Khofifah minta keduanya diberi kesetaraan perlakuan, termasuk melihat secara detail kurikulum dari lembaga yang dianggap sebagai sister school lembaga pendidikan Muslimat NU.

“Jangan dibedakan pembinaannya. Kalau kita tak membina, maka akan dibina orang lain. Kalau sampai dibina orang lain, bisa-bisa seperti viral video yang beredar itu,” katanya.

Viral video yang dimaksud Khofifah, yakni dalam sebuah video berdurasi 1,5 menit anak-anak PAUD diajari berikrar ‘anak shaleh’. Ikrar ini sebagai syarat untuk masuk kelas usai baris berbaris.

(Baca: Khofifah Lantik Lima Perangkat ‘Warna-warni’ Muslimat NU)

Namun dalam tayangan video tersebut, istilah anak shaleh ternyata hanya ‘kamuflase’ untuk menegakkan syariat Islam, bahkan sepertinya mengajak untuk mendirikan negara Islam karena tidak ada Pancasila dalam ikrar tersebut.

“Kalau itu ditanamkan pada anak-anak PAUD, mereka bisa berpersepsi bahwa menegakkan Islam artinya negara ini harus berdasar syariat Islam secara konstitusional,” kata Khofifah.

Karena itu, perempuan yang juga Menteri Sosial tersebut kembali menekankan, proses kelembagaan, akreditasi lembaga dan sertifikasi SDM agar dilihat sebagai penataan. Bagian dari upaya menjaga tertib organisasi.

“Karena memang makin hari sertifikasi dan akreditasi akan semakin kuat diberlakukan di seluruh daerah,” jelasnya.• nur

Baca juga

Hidmat Muslimat NU Intensifkan Pelatihan Budidaya Tanaman Cabai

MNU Online | JAKARTA – Himpunan Da’iyah dan Majelis Taklim (Hidmat) Muslimat NU kembali menggelar …

Watch Dragon ball super