Khofifah: Yang Diteken Presiden Bukan Perppu Kebiri, tapi Perlindungan Anak

banjarmasin-muslimat-kalsel-5

MUSLIMAT NU KALSEL: Ketum Khofifah saat melantik Pengurus PW Muslimat NU Kalimantan Selatan Periode 2016-2021, Jumat (27/5). | Foto: MNU Online

MNU Online | BANJARMASIN – Pro-kontra mengiringi penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 1/2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Sejumlah pihak menekankan Perppu ini pada pengebirian pelaku kekerasan seksual. Namun menurut Ketua Umum PP Muslimat NU yang juga Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa, Perppu ini sejatinya untuk memperkuat aturan, khususnya perlindungan anak terhadap kekerasan seksual dengan cara memperberat hukuman yang diberikan kepada pelaku kejahatan tersebut.

“Yang ditandatangani presiden itu bukan Perppu Kebiri, tapi perlindungan terhadap anak,” katanya usai melantik Pengurus PW Muslimat NU Kalimantan Selatan (Kalsel) Periode 2016-2021 yang digelar bersamaan dengan pelantikan PC Muslimat NU se-Kalsel serta Deklarasi Laskar Anti Narkoba di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Jumat (27/5).

Terkait pemberatan hukuman, lanjut Khofifah, bentuknya bisa lewat mem-publish identitas pelaku atau kebiri kimia dengan masa berlaku dua tahun. “Jadi penekanan Perppu ini pada perlindungan anak, bukan kebiri. Kalau kebiri itu salah satu dari pemberatan hukuman,” tandasnya.

Selain mempertegas isi Perppu Perlindungan Anak, dalam kesempatan tersebut Khofifah juga mengajak warga Muslimat NU untuk istiqomah memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Kita harus bergandengan tangan dalam menghadapi permasalahan narkoba ini. Sosialisasikan lewat majelis pengajian, dan menambah riyadhoh untuk keselamatan bangsa,” pintanya. ♦ jey/aks

Baca juga

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super