Home » WARTA »


Kongres Muslimat bersih dari politik uang

antara2BANDAR LAMPUNG-Kongres Muslimat Nahdlatul Ulama memilih Khofifah Indar Parawansa sebagai Ketua Umum  untuk ketiga kalinya. Terpilihnya Khofifah dinilai sebagai prestasi tersendiri bagi Muslimat, kenapa ?

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi, mengatakan, Muslimat telah berhasil menggelar kongres dengan sukses besar.

“Ada tiga alasan, kenapa kongres Muslimat ini dinilai sukses,” kata KH Hasyim Muzadi saat menjadi pembicara seminar di arena kongres Muslimat, di Asrama Haji Bandar Lampung, Minggu (17/7).

Kiai Hasyim Mengungkapkan, kongres Muslimat sukses karena berhasil memilih pemimpin yang tepat. “Saya tahu betul, siapa Khofifah. Khofifah bekerja untuk muslimat, bukan memperkerjakan dirinya untuk Muslimat,” katanya.


Kemudian, kata Kiai Hasyim, kongres Muslimat dinilai sukses karena prosesnya berjalan secara demokratis.  Peserta kongres juga memilih ketua umum dengan suka rela. “Proses demokratis, tidak ngotot, sehingga ada keikhlasan baik yang dipilih maupun yang memilih,” jelas pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini.

Selanjutnya, kongres Muslimat dinilai sukses karena tidak ada politik uang. Apalagi kongres Muslimat kali ini digelar di tengah maraknya demokrasi transaksional di Indonesia.mil

“Dan, kalau sekali salah memilih, organisasi akan rusak. Jadi organisasi yang jadi taruhan. Alhamdulillah tidak politik uang di kongres Muslimat, tidak ada jual beli suara,” ungkap kiai kelahiran Bangilan Tuban ini.

Diungkapkannya, demokrasi di Indonesia kini bergeser dari kebebasan menjadi jual beli suara. Namun perlu disyukuri, kongres Muslimat bebas dari politik uang. Sebab, jika  kena virus politik uang, Muslimat akan kehilangan kemandirian.

“Kalaupun Muslimat mau membeli suara, insyaallah gak bisa. Kalau dipaksakan pasti ada yang membiayai dari luar. Persoalannya, setelah jadi, yang terpilih akan  bekerja untuk orang lain, karena semua pendapatnya sudah diganti dengan pendapatan,” tuturnya.

Dengan terbebasnya kongres Muslimat dari politik uang, menurut Kiai Hasyim, Muslimat akan tetap bisa menjalankan tugasnya, yaitu amar makruf nahi munkar.

“Insyaallah  muslimat sampai saat ini masih lebih suci. Muslimat paling baik dibandingkan ormas lain baik jumlah maupun pengabdianya kepada masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ini mengungkapkan, saatnya Muslimat  membuat gerakan Internnasional.” Apa salahnya Muslimat membuat konferensi ulama perempuan se-dunia. Karena ulama perempuan jumlahnya  banyak,” katanya.

Ada beberapa alasan kenapa Muslimat perlu membuat konferensi Internasional Ulama se-dunia. Pertama, keberasan Muslimat sudah memungkinkan untuk menyelenggarakan forum internasional. Kedua Muslimat sudah punya jaringan di luar negeri. “‘Kami yang ada di ICIS juga bisa membantu,” ungkap Kiai Hasyim.

Baca juga

PENCEGAHAN TPPO: Sosialisasi pendidikan pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Purwokerto, Jawa Tengah. | Foto: MNU Online

Cegah TPPO, 3 Hari Muslimat NU Gelar Sosialisasi di Purwokerto

MNU Online | PURWOKERTO – Selama tiga hari, 12-14 September 2018, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat …

Watch Dragon ball super