Home » WARTA »


Kongres Muslimat Siap Digelar

Ilustrasi (ist)Muslimat Nahdlatul Ulama (MNU) akan menggelar kongres XVI di Asrama Haji Bandar Lampung – Propinsi Lampung pada 13 sd. 18 Juli  2011 mendatang. Kongres kali ini akan diikuti oleh 2.596 peserta yang terdiri dari Pimpinan Pusat Muslimat NU, Pimpinan Wilayah Muslimat NU, Pimpinan Cabang Muslimat NU, tamu undangan dan panitia kongres. Selengkapnya, berikut kerangka acuan pelaksanaan kongres tersebut :


KERANGKA ACUAN
KONGRES XVI MUSLIMAT NAHDLATUL ‘ULAMA

I.    DASAR PEMIKIRAN

Muslimat Nahdlatul ‘Ulama (Muslimat) NU adalah organisasi social keagamaan dan kemasyarakatan  yang merupakan badan otonom  Nahdlatul ‘Ulama (NU) dilahirkan pada tanggal 29 Maret 1946.  Muslimat NU bertujuan mengangkat harkat dan martabat perempuan Indonesia melalui berbagai layanan hidmahnya, antara lain  di bidang Ekonomi telah memiliki 143 koperaswi Primer yag telah berbadan hukum dan memiliki Induk Koperasi An-Nisa’, di bidang kesehatan telah memiliki 77 RS, Rumah Bersalin, klinik dan Balai Pengobatan, di bidang Pendidikan  telah memiliki lebih 9800 TK dan RA; lebih 14.350 Taman Pendidikan Al-Qur’an, lebih 4600 PAUD (pendidikan Anak Usian Dini), di bidang Sosial telah memiliki 103 Panti Asuhan, di bidang ketenaga kerjaan telah memiliki 10 Balai Latihan Kerja, 10 asarama puteri, di bidang Da’wah memiliki 146 KBIH, dan sekitar 38.000 kelompok majelis ta’lim, dan berbagai layanan lainnya termasuk dalam berbagai proses percepatan pencapaianh Millenium Development Goal’s, baik terkait dengan kesetaran dan keadilan gender, pemberantasan buta aksara bagi perempuan usia produktif, penurunan angka kematian bayi, penurunan angka kematian ibu, komitment terhadap loingkungan hidup (saat ini Muslimat NU secara nasional sejak tahun 2005 telah menanam 4,6 juta pohon..

Saat ini, Muslimat NU telah berkembang di 33 Propinsi, dan mempunyai 526 Cabang di Tingkat Kabupaten/Kota,  5.225 Anak Cabang ditingkat Kecamatan serta lebih 36 ribu Ranting ditingkat Desa atau Kelurahan.

Selain kegiatan yang bersifat pelayanan program advokasi dan Penguatan civil society, serta alternative solusi dari perkembangan dinamika implementasi multikulturalisme,   pluralisme dan kehidupan religiusitas ummat  juga menjadi concern Muslimat NU, baik di level Nasional, Propinsi maupun Kabupaten/Kota.

Kedepan Muslimat NU berharap posisi organisai ini makin compatible diantara organisasi kemasyarakatan perempuan lain, baik pada level Nasional maupun Internasional. Berbagai pengalaman kerjasama dengan donor atau funding dalam maupun luar negeri, didukung oleh kekuatan struktur dan potensi anggota serta sumber daya Muslimat NU saat ini, marupakan modal untuk membawa Muslimat NU sejajar dengan organisasi kemasyarakatan/NGO Internasional.

Kongres sebagai forum permusyawaratan tertinggi di lingkungan Muslimat NU menjadi momentum yang strategis untuk melakukan refleksi sekaligus proyeksi dalam mengarahkan posisi Muslimat NU agar perannya lebih maksimal dan memberi manfaat lebih luas, posisinya setara dengan institusi non Pemerintah lainnya di fora internasional, dengan tetap berpijak pada etika, moral, tradisi aswaja dan nilai-nilai keagamaan.

Berdasarkan pemikiran di atas, serta aturan dasar organisasi AD/ART, maka Muslimat NU akan merumuskan berbagai kebijakan melalui up date Master Plan Muslimat NU 2026   pada Kongres XVI Muslimat NU.

II.    THEMA

Kongres XVI Muslimat NU berthema :
“Revitalisasi Institusi Layanan Muslimat NU, Hidmah Untuk Perempuan Indonesia”

III.    TUJUAN

Kongres XVI Muslimat NU bertujuan :
1.    Mengevaluasi pelaksanaan Program Periode 2006 – 2011
2.    Menyusun Program Muslimat NU Periode 2011 – 2016
3.    Membahas dan mengesahkan Master Plan  Muslimat NU 2026
4.    Membahas Renstra Muslimat NU Periode 2011 – 2016
5.    Memilih Pimpinan Pusat Muslimat NU masa bakti 2011 – 2016

IV.    WAKTU dan TEMPAT

Kongres XVI Muslimat NU Insya Allah akan dilaksanakan di Asrama Haji Bandar Lampung – Propinsi Lampung pada tanggal 13 sd. 18 Juli  2011.

V.    PESERTA

Peserta Kongres XVI Muslimat NU terdiri atas :
1.    Pimpinan Pusat Muslimat NU            :     125 orang
2.    Pimpinan Wilayah Muslimat NU
33 Wilayah x 3 orang                 :     99 orang
3.    Pimpinan Cabang Muslimat NU
526  Cabang x 4 orang                 :  2.104 orang
4.     Undangan                         :     175 orang
5.     Panitia                        :       93 orang
—————
Total              :  2.596. orang

VI.    ORGANISASI  PENYELENGGARA

Penanggungjawab Kongres  XVI  Muslimat NU adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU dan Pelaksana Kongres adalah Panitia Kongres XVI Muslimat NU dengan susunan Panitia terlampir.

VII.    POKOK  BAHASAN

Pokok Bahasan Kongres XVI Muslimat NU adalah :
1.    Tata Tertib dan Jadwal Kongres XVI Muslimat NU
2.    Laporan Pertanggung jawaban Pimpinan Pusat Muslimat NU Periode 2006 – 2011
3.    AD / ART
4.    Program Muslimat NU Periode 2011 – 20160
5.    Pokok-Pokok Pikiran dan Rekomendasi :
a.    Pokok Pikiran peningkatan peran Muslimat NU
b.    Pokok Pikiran dan Rekomendasi baik bersifat internal maupun eksternal.
c.    Bahtsul Masail Diniyah
6.    Master Plan  Muslimat NU 2026

VIII.    PENCERAMAH / NARASUMBER

A.   PLENO

1.    Kementerian Agama RI
“Kebijakan Kementerian Agama RI dalam pengembangan institusi  da’wah yang efektif di tengah dinamika   pluralisme, problem sosial dan kemiskinan ummat”.

2.    Kementerian Pendidikan Nasional RI
“Kebijakan Kementerian Pendidkan Nasional RI dalam pembangunan karakter bangsa”.

3.    Kementerian Kesehatan RI
“Kebijakan Kementerian Kesehatan RI
Dalam mensinergikan GO-NGO-CSO (civil society organization) untuk  menurunkan angka kematian Ibu ,angka kematian Bayi dan Balita dalam perspektif Millenium Development Goals”.

4.    Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI
“Kebijakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dalam mendorong lahirnya kebijakan ekonomi, sosial dan kesehatan yang berkesetaraan dan keadilan jender”.

5.    Kementerian Sosial RI
“Kebijakan Kementerian Sosial RI untuk mensinergikan GO-NGO-CSO (civil society organization) dalam menangani   Kompleksitas masalah Sosial Ekonomi masyarakat, dan implikasinya pada kehidupan  perempuan dan anak”.

6.    Kementerian Koperasi dan UKM RI
“Kebijakan Kementerian Koperasi dan UKM RI dalam meningkatkan Penguatan kapasitas , fasilitasi dan permodalan  Koperasi dan UMKM bagi Perempuan”.

7.    Kementerian Pertanian RI
”Kebijakan Kementerian Pertanian RI dalam mewujudkan swa sembada pangan hususnya melalui sinergi GO-NGO-CSO (civil society organization) yang berbasis perempuan”.

8.    Kementerian Kehutanan RI
”Kebijakan Kementerian Kehutanan RI untuk meningkatkan daya dukung lingkungan, khususnya melalui maksimalisasi peran CSO (civil society organization) perempuan”.

9.     Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
“Mensinergikan kinerja Badan Otonomi NU sebagai Kekuatan untuk membangun Umat”.

IX.    PARALEL

1.    Dirjen PAUDNI (Kementerian Pendidikan Nasional RI) dengan thema “Program Dirjen PAUDNI dalam  Pendidikan Anak Usia Dini dan Peningkatan ekonomi perempuan melalui berbagai program  kecakapan hidup  sebagai bagian Peningkatan SDM di Indonesia”.

2.    Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI : dengan thema ”Peran PKUB dalam mendorong dan memfasilitasi terwujudnya harmoni kehidupan intern dan antar umat bergama di Indonesia”.

3.    Badan Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dengan Thema : “Peran  Badan Promkes dalam percepatan penurunan angka kematian Ibu, Bayi dan Balita di Indonesia”.

4.    Deputi V Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (KUKM) ; dengan thema “Kebijakan Deputi SDM dalam memberikan fasilitasi dan penguatan SDM Koperasi di Indonesia.

5.    Lembaga Pengembangan Dana Bergulir (Kementerian KUKM RI) dengan thema : “Peran LPDB dalam penguatan permodalan koperasi, hususnya koperasi perempuan di Indonesia”.

6.    Ditjen Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial dengan thema :
Peran Biba Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan dalam mendorong proses rehabilitasi lahan dan hutan di Indonesia. (sinergi GO-NGO-CSO).

7.  Ditjen Sarana dan Prasarana Pertanian (Kementerian Pertanian RI) : dengan thema Peran Direktorat Jenderal Saran dan Prasarana dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai program peningkatan produktifitas pertanian dan pemberdayaan ekonomi petani.

X.    BIAYA

Biaya Kongres XVI Muslimat NU diperoleh dari :
1.    Pimpinan Pusat Muslimat NU
2.    Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang Muslimat NU
3.    Bantuan yang tidak mengikat.

XI.    LAIN-LAIN

Hal-hal yang belum tercantum dalam Kerangka Acuan ini akan diatur oleh Pimpinan Pusat Muslimat NU / Panitia Kongres XVI Muslimat NU.

Jakarta,      Januari  2011

Baca juga

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super