Home » WARTA »


KY : Muslimat NU Penyangga Bangunan Negara

04__mnuJAKARTA-Amandemen konstitusi melahirkan konsep check and balances antar lembaga negara dan memangkas kekuasaan yang terpusat pada presiden. Meski demikian peran lembaga dalam konstitusi tidak cukup kuat mewujudkan tujuan Negara.

“Ternyata niat baik memperkuat lembaga-lembaga negara dengan amandemen UUD 1945 belum cukup. Kekuasaan kehakiman yang diberikan kebebasan penuh ternyata masih diwarnai dengan judicial corruption. Kasus suap kepada hakim, maraknya mafia peradilan,” kata Wakil Ketua Komisi Yudisial Imam Anshori Saleh pada acara “Rapat Pimpinan Muslimat Nahdlatul Úlama tanggal di Hotel Grand Cempaka, Senin (11/10/2011).


Kondisi itu ditambah dengan perilaku kekuatan masyarakat madani (civil society) termasuk tokoh masyarakat dan agama yang juga sudah ikut terbuai dengan kapitalisasi politik di hampir semua daerah. Terbukti di berbagai pelosok tanah air mencuat kasus yang sarat korupsi, kolusi dan nepotisme.

Meski demikian tidak semua civil society memiliki aksi “ganda” namun tetap istiqomah membangun nilai luhur bangsa, misalnya saja Muslimat NU. “Saya masih percaya civil society seperti Muslimat NU ini adalah entitas yang tidak dapat diremehkan perannya. Sejumlah entitas lain berupa ormas-ormas masih diharapkan menjadi penyangga sari bangunan negara yang mengalami kerapuhan di sana-sini,” tambah Imam.ky/mil

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super