Layani Umat, Nomenklatur Muslimat NU Sejalan dengan Pemerintah

 POSE BERSAMA: Ketum Khofifah IP bersama pengurus baru Muslimat NU Jawa Tengah. | Foto: MNU Online

POSE BERSAMA: Ketum Khofifah IP bersama pengurus baru Muslimat NU Jawa Tengah. | Foto: MNU Online

MNU Online | SEMARANG – Dalam melayani masyarakat, Muslimat NU mengambil nomenklatur hampir sama dengan pemerintah. Jika pemerintah memiliki Kementerian Pendidikan, Muslimat NU juga mempunyai Yayasan Pendidikan Muslimat NU (YPMNU) yang mengurus pendidikan pada level PAUD dan TK.

“Jika Kementerian Sosial memiliki panti asuhan dan panti rehabilitasi, Muslimat NU juga memiliki 144 panti asuhan dan panti lansia, 31 di antaranya ada di Jawa Tengah,” tutur Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Pelantikan, Rakerwil dan Deklarasi Laskar Anti Narkoba Muslimat NU Jawa Tengah di Aula Kampus Universitas Wahid Hasyim Semarang, Sabtu (29/10).

Jika pemerintah, lanjut Khofifah, memiliki BNN (Badan Narkotika Nasional) sebagai lembaga resmi yang menangani pencegahan dan pemberantasan narkoba, maka Muslimat NU pada posisi mengambil tugas di hulu lewat gerakan rakyat Laskar Anti Narkoba.

“Yaitu mensyiarkan kepada para jamaah dan anak-anak untuk waspada dan menjauhi narkoba melalui seluruh perangkat yang dimiliki Muslimat NU,” katanya.

(Baca: Pelantikan PW Muslimat NU Lampung Dihadiri Banyak Pejabat Perempuan)

Terkait kasus yang sedang mencuat saat ini, adanya permen yang mengandung narkoba dengan kemasan sangat menarik bagi anak-anak, Muslimat NU mengambil posisi untuk menyampaikan kepada seluruh guru-guru TK dan PAUD agar anak didiknya mewaspadai. “Dalam hal memerangi narkoba, Muslimat NU sangat serius dan menyeluruh,” tandas Khofifah.

Pun demikian soal ketenagakerjaan, Muslimat NU menguatkan pemberdayaan masyarakat melalui Balai Latihan Kerja (BLK) yang di antaranya juga dimiliki Muslimat NU Jawa Tengah.

Hadir dalam acara tersebut Dirjen Dayasos (Pemberdayaan Sosial) Kemensos, kepala Biro Bintal Sekdaprov mewakili gubernur Jawa Tengah, kepala BNNP dan jajaran Forkopimda.

Cegah dari Hulu

Khofifah menambahkan, saat ini Muslimat NU menghadapi berbagai persoalan kemasyarakatan yang semakin kompleks dan membutuhkan peta baru dakwah. Termasuk dalam menghadapi persoalan narkoba, sudah harus pada posisi menyelamatkan para addict (pecandu). “Sudah waktunya mereka melewati kegelapan menuju cahaya kebebasan, minadzulumati ilan-nur,” katanya.

(Baca: PW Muslimat NU Sumsel Dilantik, Istri Gubernur Alex Masuk Dewan Penasihat)

Dengan adanya Laskar Anti Narkoba, kata Khofifah, Muslimat NU akan mencegah peredaran dari hulu. “Jika tidak ada yang membeli narkoba, maka tidak ada juga yang menjualnya. Rumus sederhana ini harus kita pegang teguh sebagai penguatan perjuangan dalam memerangi narkoba,” ujarnya.

Tak hanya Muslimat NU, peta baru dakwah dalam memerangi narkoba ini menjadi PR bersama, termasuk NU dan seluruh Banomnya. “NU mengambil bagian yang mana, Ansor yang mana, dan dalam hal ini Muslimat NU mengambil sudah posisi yang jelas,” pungkasnya. • lul

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super