Lewat Majelis Taklim, Motivator dan Penyuluhan Narkoba Berlanjut ke Tingkat Ranting

pengukuhan-laskar-3

PENYULUHAN: Khofifah, lakukan penyuluhan narkoba hingga tingkat ranting Muslimat NU. | Foto: MNU Online

MNU Online | JOMBANG – Pelantikan Laskar Anti Narkoba Muslimat NU dimulai dari Jombang, Sabtu (21/5). Pengukuhan diawali dari Kota Wali dan Santri karena kader PC Muslimat NU Jombang sudah siap dengan memiliki motivator maupun penyuluh tingkat kecamatan (PAC) untuk memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“PR (pekerjaan rumah) berikutnya akan ada lanjutan motivator dan penyuluh tingkat ranting. Pengurus kan juga ustadzah, ibu nyai, sekarang kalau ada acara Isra’ Mi’raj ditambah informasi antinarkoba, halal bihalal juga,” ujar Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.

Menteri Sosial RI itu menambahkan, Laskar Anti Narkoba yang dibentuk di tingkat ranting (desa) sangat penting karena lebih dekat dengan warga. Mereka bisa memberikan informasi ke warga tentang bahaya narkoba maupun ciri-ciri orang yang kecanduan napza (narkoba, psikotropika dan zat adiktif).

“Apalagi dampak narkoba begitu besar bagi generasi bangsa. 30 persen kriminalitas, termasuk pemerkosaan, terjadi karena dipengaruhi adiksi, pecandu narkoba,” ujarnya.

Dalam kesematan itu, Khofifah juga meminta putusan Pengadilan Negeri (PN) Kediri, Jawa Timur, yang menjatuhkan vonis sembilan tahun penjara terhadap Sony Candra, pelaku perkosaan 58 perempuan, agar dikaji ulang.

“Vonis sembilan tahun penjara sangat ringan dan tidak sebanding dengan kejahatan seksual yang dilakukan,” katanya.

 SIAP BERANTAS NARKOBA: Usai dilantik, Laskar Anti Narkoba Muslimat NU siap memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba. | Foto: MNU Online

SIAP BERANTAS NARKOBA: Usai dilantik, Laskar Anti Narkoba Muslimat NU siap memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba. | Foto: MNU Online

Menurutnya, dalam UU Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak pasal 81 menyebutkan bahwa ancaman hukuman bagi pelaku perkosaan yakni 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. Sementara putusan PN Kediri untuk Sony hanya sembilan tahun penjara.

“Kami merekomendasikan KY untuk turun, karena vonis yang dijatuhkan PN Kediri sangat ringan terhadap pelaku perkosaan 58 korban itu. Hukumannya, jauh sekali, jatuhnya Rp 250 juta padahal ancamannya Rp 5 miliar,” ujarnya.

Karena itu, Khofifah mendukung langkah Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sedang melanjutkan upaya ada tambahan hukuman terhadap pelaku. Apalagi dalam draft Perppu yang sedang dibahas, jika korban kekerasan seksual itu anak-anak dan mengalami trauma mendalam, pelaku bisa dihukum seumur hidup dan mati.

“Kalau tambahan hukuman kebiri bisa melalui kimiawi, atau alat deteksi dan tambahan publikasi pelaku pemerkosaan melalui media. Ini terapi kepada pelaku dan keluarga pelaku,” lanjutnya. ♦ fmi

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super