Amaliyah Ramadhan PAC Sukmajaya Depok

Lewat Metode Fantastis, Menghafal Al Qur’an Jauh Lebih Mudah


METODE FANTASTIS: Pelatihan Menghafal Al Quran dengan Metode Fantastis yang digelar PAC Muslimat NU Sukmajaya, Kota Depok. | Foto: PACMNU Sukmakaja

MNU Online | DEPOK – PAC Muslimat NU Sukmakaja, Kota Depok menyelenggarakan Pelatihan Menghafal Al Quran dengan Metode Fantastis di MTs Al Hidayah atau Sekretariat PAC Muslimat NU Sukmajaya, Minggu (17/6). Kegiatan ini bagian dari upaya meningkatkan kapasitas keislaman dan menambah kecintaan pada Al Quran karim,

Kegiatan diikuti 40 peserta utusan dari PAC, ranting dan anak ranting se-Kecamatan Sukmajaya. “Ini merupakan realisasi program kerja pada bulan suci Ramadhan, yakni mencetak ibu-ibu Muslimat NU menjadi hafidzah,” tutur Ketua PAC Muslimat NU Sukmajaya, Hj Aliyah Suprihati S.Ag MM.

(Baca: Muslimat NU Depok Launching Ngaji via Aplikasi Messenger)

Hadir sebagai narasumber yakni Ustadz Ahmad Yasin SQ M.Ag,  dosen Agama Islam Universitas Indonesia (UI) sekaligus imam masjid UI dan pimpinan Ponpes Tahfidz Fantastik, Beji, Kota Depok.

Dalam pemaparannya, Ustadz Ahmad mengenalkan “Metode Fantastis”, akronim dari sifat Rasulullah Saw yakni fathonah, tabligh, amanah dan shiddiq. Realisasinya, antara lain, dengan menghafal ayat Al Qur’an tanpa beranjak dari satu ayat hingga ayat tersebut benar-benar hafal di kepala. “Sedangkan fantastis yang dimaksudkan berarti metode cepat, tepat dan praktis,” terangnya.

Mendengar pemaparan Ustadz Ahmad,  peserta pelatihan tampak antusias menyimak materi, terlebih saat disuguhkan  penampilan dua santri cilik dalam melantunkan  hafalan beberapa juz, suasana bertambah khusyuk. “Peserta bukan hanya diberikan teori, tetapi juga praktik menghafal oleh para peserta pelatihan,” tambahnya.

Empat Wejangan


ANTUSIAS: Peserta tampak antusias dan sangat serius menyimak materi Pelatihan Menghafal Al Quran dengan Metode Fantastis. | Foto: PACMNU Sukmakaja

Dalam menghafal Al Quran narasumber juga memberikan beberapa wejangan. Pertama, tidak boleh minder terhadap orang yang sudah banyak hafalannya. Kita harus yakin bisa mengejar.

“Kedua, jika terasa sulit jangan cepat putus asa, sebab bisa jadi ayat yang  dihafal memang ingin berlama-lama dengan kita,” katanya.

Ketiga, Allah juga memberi kita rasa lupa, karena Dia juga menyediakan pahala kepada siapa yang mengulang-ulang hafalan. Keempat, saat malas mendera sebetulnya itu adalah waktu yang efektif  untuk menghafal, karena kita berhasil mengalahkan syetan atas sifat malas.

(Baca: Pengurus Muslimat NU Beji Turun Jalan Berbagi Takjil Gratis)

Sementara pada penutupan acara Ketua PC Muslimat NU Kota Depok, Hj Dewi Syarifah menyampaikan apresiasi sepenuhnya atas kegiatan ini. “Saya menawarkan agar semua PAC membentuk majelis tahfidz Al Qur’an sebagaimana yang sudah ada PAC Sukmajaya,” katanya.

“Dan di setiap bulan Syawal mengadakan pelatihan seperti ini, dengan harapan Muslimat NU mendapat keberkahan Al Quran. Sebagai evaluasi di Harlah ke-72 Muslimat NU nanti kita bisa mengadakan lomba MNU Tahfidz antar-PAC,” tambahnya.• hnh

Baca juga

Beri Penguatan, Muslimat NU Sulsel Sambangi Pengungsi Rohingya di Makassar

MNU Online | MAKASSAR – Di tengah sorotan dunia tertuju ke Myanmar terkait tragedi kemanusiaan …

Watch Dragon ball super