Kisah dari Tanah Suci (6-Habis)

Madinah yang Bercahaya dan Hamparan Kebun Kurma


KEBUN KURMA: Ketum Hj Khofifah IP bersama putra bungsunya, Ali Mannagalli (kanan) di kebun kurma milik Abu Turki di Madinah. | Foto: MNU Online

MNU Online | MADINAH – Madinah dijuluki Kota yang Bercahaya (Madinatul Munawwaroh) karena dari kota inilah cahaya Islam berkembang sangat terang dan pesat. Namun ada satu keindahan lain yang tak kalah menakjubkan: Hamparan kebun kurma.

Sebelum kembali ke Indonesia, seusai menyelesaikan seluruh rukun haji, Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSi bersama putra bungsunya, Ali Mannagalli menjelajahi hamparan kebun kurma di Madinah. Terlebih dahulu keduanya ziarah ke makam Rasulullah Muhammad Saw.

Salah satu kebun yang disinggahi yakni milik temannya, Abu Turki. “Tujuh tahun lebih saya mengenalnya, sembari bersilaturahim,” kata Khofifah.

(Baca: Persahabatan Singkat Khofifah dengan Bocah 40 Cangkir)

Benar-benar hamparan kebun kurma yang menakjubkan. Beraneka jenis kurma ditanam per blok dengan rapi. Ada kurma Sukari yang rasanya sangat manis, ada pula kurma Anbar yang ukurannya hampir sama dengan kurma Medjool dari Amerika Serikat.

Tentu saja yang sangat dicari adalah kurma Ajwa atau akrab disebut kurma nabi. “Sudah pasti terbayang bagaimana lezat dan manisnya menyantap kurma-kurma itu bukan?” kata Khofifah.

Ya, Madinah memang terkenal sebagai kota penghasil kurma terlezat di Arab Saudi. Tidak susah menemukan kebun kurma di kota ini.

(Baca: Hadiah Potongan Kiswah Ka’bah dan Pemakaian Imamah)

Dalam sejarah kehidupan Rasulullah Muhammad Saw, bahkan diceritakan bahwa nabi membangun ekonomi Kota Yastrib (sekarang Madinah) dengan bercocok tanam, antara lain kurma.


BELANJA: Ketum Hj Khofifah IP menyempatkan belanja kurma untuk oleh-oleh keluarga, rekan dan sahabat di Tanah Air. | Foto: MNU Online

Dari kebun Abu Turki, Khofifah melanjutkan ke kebun kurma milik Abu Faisal. Menariknya, di area kebun sekaligus dijadikan toko aneka jenis kurma.

Selain menikmati keindahan kebun kurma, Khofifah juga memanfaatkannya untuk belanja. “Sambil membeli beberapa jenis kurma untuk oleh-oleh keluarga, rekan dan sahabat di Indonesia,” katanya.

(Baca: Gara-gara Tas Punggung, Ibadah Haji Dikira Penelitian)

Khofifah juga bersyukur karena Minggu (10/9) hari ini dijadwalkan tiba di Tanah Air setelah sejak 26 Agustus lalu menunaikan ibadah haji bersama putra bungsunya.

“Semoga haji kami mabrur, begitu pula seluruh jamaah haji Indonesia. Dan bagi yang belum haji, semoga segera dimudahkan untuk menunaikannya. Amin,” doanya.• nur

Baca juga

SEMPAT MERINDING: Nyai Nurhayati memberikan sambutan saat halal bi halal PP Muslimat NU di TMPNU Kalibata, Jaksel, Minggu (8/7). | Foto: MNU Online

Nyai Nurhayati: Sebelum Coblosan, Warga Muslimat NU Sempat Merinding

MNU Online | JAKARTA – Begitu cintanya warga Muslimat NU kepada Ketua Umumnya, Dra Nyai …

Watch Dragon ball super