Mamah Dedeh Hadiri Mudzakarah Muslimat NU

MNU Online | TEGAL – Mamah Dedeh, begitu sapaan akrab Daiyah Perempuan yang memiliki nama asli Dedeh Rosidah Syaifudin yang tak asing terdengar ditelinga kita lantaran setiap pagi selalu menghiasi layar disebuah stasiun televisi  Swasta

Kehadiran Mamah Dedeh di halaman MDA Al Muttaqien desa Karangwuluh kecamatan Suradadi itu dalam rangka peringatan haul ke-23 KH Abdurrosid Muhammad Nasiroedin sekaligus pengajian Umum Mudzakarah Muslimat PAC Kecamatan Suradadi, Selasa (27/12/2011).

Dalam tausiyahnya Mamah Dedeh mengajak agar kita ingat terhadap suatu kematian, karena menurutnya kematian merupkan sebuah pintu yang pasti akan dilewati oleh setiap manusia, tanpa terkecuali siapapun, bahkan nabi pun mengalaminya apalagi kita.

“Untuk itu ucapan Sahabat Nabi Umar bin Khotob dalam menyambut tahun baru Islam yaitu Hasibu anfusakum qobla antuhasabu, yang artinya hisablah dirimu sendiri sebelum kamu dihisab. “Jelas Mamah Dedeh yang juga  mantan ketua PC Muslimat NU Bekasi.

Maqolah Umar bin Khotob itu, lanjut dia, mengandung dua pengertian, pertama sebagai peringatan yaitu bertemunya dengan kematian, dan yang kedua yaitu perintah, perintah untuk membelanjakan harta yang kita miliki dijalan Allah SWT.

“Makanya jadi orang jangan sombong, ada yang di kasih Allah ilmu sedikit saja sudah menghina  orang lain, merasa dirinya lebih alim dibandingkan orang lain. “Terang Alumni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Ciputat, disertai tawa renyah khasnya itu.

Dari peringatan haul dan pengajian Mudzakarah ini perlunya kita untuk introspeksi diri apa yang dinamakan dengan kematian. “Setakut apapun dengan kematian pasti akan menghadapinya.”Tegas wanita yang tenar lewat acara Mamah dan AA itu.

Ketua panitia Mas’ani mengatakan kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Sekolah Tinggi Agama Islam Bakti Negara (STAIBN) Tegal dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang serta keluarga KH Abdurrosid Muhammad Nasiroedin.

“Peringatan haul ini dilaksanakan  setiap  tahun sekali, dengan lokasi yang berbeda dari tahun ke tahun, tahun yang lalu bertempat di Masjid Al Muttaqien dan untuk kali ini kita centralkan di MDA Al Muttaqien karena melihat situasi dan kondisi yang lebih tepat. Termasuk menghadirkan Mamah Dedeh ini sudah kami rencanbakan sejak April namun beliaunya sedang menunaikan ibadah haji,“ katanya.

Sementara itu Ketua Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Mahasiswa (LPM) STAIBN Tegal H Muslih mengutarakan pihaknya selain mengadakan kegitan itu, akan memberikan pelatihan terhadap guru Madrasah Diniyah. Jumlah pesertanya sekitar 20 orang yang diprioritaskan untuk kaum wanita.

“Dalam waktu dekat kami juga akan mengadakan pelatihan utuk warga Suradadi, yaitu cara merawat jenazah dengan baik. Dan pelatihan ini juga tidak memungut biaya karena sudah mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat,“ terang Muslih yang juga ketua PC Ma’arif Kabupaten Tegal

Kegiatan itu dihadiri ribuan pengunjung, yang sebagaian besar dari Muslimat, parsitipasi aktif dalam keamanan Satkorcab Banser Kabupaten Tegal.♦ nuo

Baca juga

GEBYAR SHALAWAT: Muslimat NU Klaten memperingati Hari Santri Nasional dengan mengadakan kegiatan Gebyar Shalawat Lomba Hadrah, Minggu (7/10). | Foto: PCMNU Katen

Muslimat NU Klaten Gebyar Shalawat Bareng 20 Anak Cabang

MNU Online | KLATEN – Memperingati Hari Santri Nasional, PC Muslimat NU Kabupaten Klaten, Jawa …

Watch Dragon ball super