Home » SOSOK »
Sosok & Kiprah

Mbah Wahab “Singa Podium”, Nyai Machfudhoh “Jimat Muslimat NU”


LAUNCHING HUBBUL WATHON: Ketum Nyai Hj Khofifah IP bersama putra-putri KH Wahab Chasbullah saat Launching Mars Asli Hubbul Wathon di Surabaya. | Foto: MNU Online

MNU Online | SURABAYA – Di kalangan nasionalis, Soekarno (Bung Karno) dikenal sebagai orator ulung karena pidatonya yang mampu ‘membakar’ dan menggelorakan revolusi untuk mengusir penjajah hingga Indonesia meraih kemerdekaan.

Tentu saja Bung Karno tidak sendiri dalam mewujudkan kemerdekaan, karena para kiai Nahdlatul Ulama (NU) juga menggelorakan dan melakukan perjuangan yang sama. Bedanya, porsi sejarah terkait kiprah para kiai NU tidak terlalu besar.

“Ketika 1926 NU berdiri, di situlah para penjajah benar-benar gentar. Sebelum itu, penjajah masih senyum-senyum saja. Begitu yang disampaikan abah saya,” tutur Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Pacet dan Surabaya, Jatim, Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA saat Launching Mars Asli Hubbul Wathon karya KH Abdul Wahab Chasbullah di Surabaya, pekan lalu.

Kiai Asep adalah putra KH Abdul Chalim Leuwimunding, muassis NU Surabaya yang juga sekretaris pribadi KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab).

(Baca: ‘Kepergok’ di Dapur, Begini Keseruan Khofifah Ketika Memasak)

Di antara para kiai NU yang berjuang saat itu, lanjut Kiai Asep, Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari (Mbah Hasyim) maupun KH Kholil Bangkalan (Mbah Cholil) memberi perhatian khusus dan terus memantau pergerakan Mbah Wahab. Seorang yang begitu menggelorakan Indonesia merdeka dengan mendirikan Tashwirul Afkar, Nahdlatul Wathon, serta banyak lagi.

“Kiai Hasyim pernah berucap pada abah saya: Mas Dul Chalim, bertahun-tahun saya perhatikan Kiai Wahab ‘ditendang’ ke sana kemari, saya ingin membantu. Tapi darimana saya bisa memulai,” kenang Kiai Asep menirukan perkataan abahnya.

Lantaran dinilai luar biasa, Mbah Hasyim sampai memberi dua julukan sekaligus untuk Mbah Wahab, yakni Badrul Ikhtifal  yang berarti singa podium atau bintang dalam setiap pertemuan, serta Kharokatul Afkar alias motivator yang luar biasa.

“Ketika para pemuda sudah mendapat motivasi dari Kiai Wahab, sepertinya lekat dan tak mau berpisah dengannya,” ucap Kiai Asep.

(Baca: Khofifah Ungkap Doa Gus Dur di Multazam dan Raudhoh)

Karena itu, ketika murid-murid Mbah Wahab di Nahdlatul Wathon sekitar 65 orang yang diketuai Kiai Chalim saat diminta menyebarkan undangan untuk sebuah pertemuan, hampir semua kiai besar hadir.

Mulai Mbah Hasyim, Kiai Dereh Muntahah (utusan Mbah Kholil), Kiai Masnawi Sidogiri, Kiai Zubair (Abah Kiai Maimun Zubair), Kiai Ridwan Semarang, Kiai Ridwan Surabaya dan masih banyak lagi.

“Mereka tumplek blek (hadir semua) dan mereka inilah yang disebut fukhulul ulama, para pemuka ulama,” katanya.

Prima Sepanjang Rapat


UNGKAP SISI LAIN MBAH WAHAB: KH Asep Saifuddin Chalim, putra KH Abdul Chalim Leuwimunding sekretaris pribadi KH Wahab Chasbullah. | Foto: MNU Online

Nah, rupanya kehebatan Mbah Wahab juga menurun deras ke putra-putrinya. Salah satunya Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid, Dewan Penasihat PP Muslimat NU. Jika Mbah Hasyim menjuluki Mbah Wahab: Badrul Ikhtifal dan Kharokatul Afkar, maka Nyai Machfudhoh sering disebut sebagai “Jimat Muslimat NU”.

“Siapapun yang pernah rapat bersama beliau, bisa sampai jam 2 atau setengah 3 dinihari,” ungkap Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSi yang turut menghadiri soft launching.

(Baca: Khofifah: Indonesia Dicubit, Muslimat NU Ikut Sakit)

Hadir pula dalam kesempatan tersebut penyair D Zawawi Imron, serta putra-putri Mbah Wahab di antaranya KH Hasib Wahab, Nyai Machfudhoh dan Nyai Hj Munzidah Wahab.

Nyai Machfudhoh, lanjut Khofifah, “Memiliki konsentrasi yang tetap prima dan tidak kelihatan bahwa beliau mengantuk di jam berapapun kalau sedang memimpin rapat, sampai sekarang.”

Itu artinya, tambah Khofifah, Kharokatul Afkar mungkin tak hanya julukan untuk Mbah Wahab tapi juga untuk Nyai Machfudhoh. “Juga almukarom Kiai Hasib, Bu Nyai Munzidah dan seluruh dzuriyah (generasi) beliau yang hadir di sini. Ada cucu, putri menantu semua yang saya muliakan,” ujar Khofifah.• nur

Baca juga

Buka Mobilisasi Germas, Sekdaprov Kalsel: Sehat Dipengaruhi Faktor Makanan

MNU Online | BANJARMASIN – Sama seperti di Banten, mobilisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) …

Watch Dragon ball super