Majelis Dzikir Al Khidmah

Mencari Surga Tak Harus ‘Hijrah’ ke Suriah


PERBANYAK DZIKIR: Khofifah IP menghadiri Majelis Dzikir Al Khidmah yang dihadiri 20 ribuan jamaah di Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo, Minggu (12/2). | Foto: MNU Online

MNU Online | SIDOARJO – Ketua Umum PP Muslimat NU yang juga Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa mempertegas makna hijrah di hadapan 20 ribuan jamaah Majelis Dzikir Al Khidmah di Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo, Minggu (12/2).

“Kalau ingin mencari surga mungkin tidak harus ke Suriah. Berilah makan dan tempat singgah bagi orang yang membutuhkan. Itu adalah bentuk implementasi dari iman dan amal saleh. Lakukan secara terus-menerus,” katanya.

Pernyataan Khofifah itu adalah bagian dari cerita yang dia sampaikan saat menemui 75 orang yang dideportasi dari Turki dan ditempatkan di shelter Kemensos usai diperiksa Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 Polri, beberapa waktu lalu.

(Baca: Pengurus Diminta Pastikan Seluruh Program Berjalan Maksimal)

“Lewat keterangan yang kami dapatkan dari Detasemen Khusus menyebutkan kalau mereka yang deportasi itu ingin jihad, hijrah dan yang terakhir bisa masuk surga,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini bahkan masih terdapat lebih dari 200 orang warga Indonesia berada di Turki yang akan dideportasi. Mereka berangkat ke sana dengan menjual seluruh harta benda, mengorbankan pekerjaan dan keluarga.

Bagi Khofifah, hal ini menjadi ujian akidah yang tengah dihadapi bangsa Indonesia dari beragam ujian yang datang, termasuk sosial dan ekonomi.


BANTUAN: Khofifah IP menyerahkan bantuan untuk untuk keluarga tak mampu di sela pengajian Majelis Dzikir Al Khidmah. | Foto: MNU Online

Kondisi ini,  jika tidak disikapi dengan tepat maka bisa berujung kehancuran dalam berbagai sendi kehidupan. Maka cara untuk menyikapi yakni dengan menumbuhkan ketenangan dan meredam emosi batin.

“Al Qur’an menyebut kalau kamu ingin tenang hatimu, maka berdzikirlah. Kalau hati kita tenang, maka bangsa dan negara kita akan tenang. Maka perbanyaklah berdzikir,” katanya.

(Baca: Tembus Hujan Lebat, PCMNU Sidoarjo Serahkan Bantuan)

Karena itu, Khofifah mengajak ibu-ibu jamaah untuk menjaga anak-anaknya dari bahaya pengaruh ajaran radikal.

“Masih banyak anak-anak yang memerlukan perhatian sosial. Dan ini merupakan pekerjaan rumah bersama untuk mengentaskan masalah yang mereka hadapi.”

“Selamatkan keluarga kita. Jangan sampai mereka menjadi sasaran, seperti deportan dari Turki yang sebagian besar adalah anak-anak,” tuntasnya.• nur

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super