Mendidik Anak dengan Amarah Hanya Ciptakan Generasi Lemah

sawahlunto-5

POSE BERSAMA: Ketum Khofifah foto bersama dengan pengurus PW Muslimat NU Sumbar yang baru dilantik serta FKPD Sawahlunto. | Foto: MNU Online

MNU Online | SAWAHLUNTO – Perilaku anak seringkali dipengaruhi dengan cara orang tua dalam mendidik buah hatinya. Cara mendidik penuh amarah, tanpa kasih sayang, hanya akan menciptakan generasi lemah dan menjerumuskan ke hal-hal negatif.

Padahal, Allah Swt sudah mengingatkan lewat Al Qur’an Surat An-Nisa’ Ayat 9. “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

“Ayat ini jelas, memerintahkan orang tua wajib menyiapkan anak-anaknya sejak dini agar menjadi generasi yang kuat,” tutur Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa usai melantik pengurus PW Muslimat NU Sumatera Barat periode 2016-2021 di Gedung Pusat Kebudayaan Kota Sawahlunto, Kamis (4/8).

sawahlunto-3

PERANGI NARKOBA: Laskar Anti Narkoba, upaya Muslimat NU perangi narkoba yang nyata-nyata merusak generasi bangsa. | Foto: MNU Online

Untuk mencapai generasi yang kuat, anak-anak membutuhkan lingkungan yang sehat agar jiwa dan raga mereka tumbuh dengan baik serta mendidik dengan cara penuh kasih sayang.

Dia mencontohkan anak yang kadang marah ketika bertemu gurunya di sekolah karena dampak negatif tontonan adegan marah di televisi, maka sesampainya di rumah jangan lagi dimarahi.

“Sayangilah anak-anak kita. Bicaralah dengan bahasa yang lembut. Jika mereka tidak pernah mendapatkan bahasa yang lembut, maka kemungkinan mereka akan mencari kebahagiaan di tempat lain dan bisa jadi narkoba adalah pelarian mereka,” katanya mewanti-wanti.

Apalagi, lanjutnya, saat ini narkoba sudah menyasar segala usia, bahkan hingga anak pra-sekolah. Padahal dampak benda haram ini sunguh mematikan karena mengandung bahan dari racun tikus serta kaca yang digerus.

“Pada 1997 narkoba yang paling disukai di beberapa bagian negara Eropa adalah produksi Indonesia. Setelah diteliti, ternyata narkoba yang diproduksi di empat daerah di Indonesia itu mengandung racun tikus dan kaca yang digerus. Kaca yang digerus akan membuat narkoba cepat dicerna dan racun tikus akan lebih cepat efeknya ke otak,” paparnya.

Karena itu, Khofifah mengajak semuanya agar bersama-sama  memerangi narkoba dengan berbagai cara. Entah itu lewat majelis taklim maupun buku-buku yang berisi seruan untuk menghindari dan memerangi narkoba. ♦ lul

Baca juga

SILATURAHIM PP MUSLIMAT NU-WAPRES: Silaturahim Pengurus PP Muslimat NU dengan Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (13/7). | Foto: MNU Online

Temui Wapres JK, Khofifah Sampaikan Keberhasilan Muslimat NU di Pilkada

MNU Online | JAKARTA – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super