Meneladani Kepemimpinan Rasulullah

Oleh : Khofifah Indar Parawansa

PUASA tahun ini dijalankan umat Islam bersamaan dengan tersebar luasnya berita penderitaan minoritas muslim Rohingya di Myanmar. Masalah itu mendapat respon dari seluruh penjuru dunia, terutama umat Islam baik di dalam maupun luar negeri.

Di banyak tempat, elemen umat Islam berbondong bondong menggalang aksi solidaritas untuk membantu muslim Rohingya. Para pemimpin Islam juga kompak melakukan pembelaan terhadap mereka. Sungguh ini merupakan fenomena penting pada saat umat Islam di dunia tengah mengalami kemerosotan kebersamaan dan empati antar sesama.

Maka alangkah indahnya, jika Ramadhan tahun ini dijadikan umat Islam di seluruh dunia sebagai mementum untuk merajut kembali kebersamaan umat seperti pada masa Rasulullah ketika memimpin Madinah. Bukan hanya dalam konteks Muslim Rohingya saja, tapi juga untuk kemaslahatan umat Islam di seluruh dunia, kini dan masa yang akan datang.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur,an Surat Ali Imron ayat 103 : Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

Rasulullah sebenarnya telah memberikan contoh kepada umatnya soal pemerintahan yang kuat dengan bermodal persatuan dan kebersamaan. Saat itu, Rasulullah ditopang dengan 4 pilar yang ada pada diri 4 sahabat terdekatnya. Empat pilar itu adalah :

Pertama, Abu Bakar. Beliau adalah sahabat senior yang luar biasa. Beliau selalu berada di sisi Rasulllah dan rajin menjalin silaturrahim dengan semua pihak demi persatuan umat. Selain itu, beliau adalah sahabat yang berani memberi masukan kepada Rasulullah terkait masalah yang dihadapi umat.

Kedua, Umar bin Khattab. Beliau adalah sahabat nabi yang punya karakter berani dalam membela kebenaran. Bukan membela yang membayar. Selain itu, Umar juga merupakan sahabat yang dekat dengan umat dan bisa menjadi pemersatu umat saat itu.

Ketiga, Utsman bin Affan. Beliau adalah sahabat ahli ekonomi yang sangat andal dan saudagar kaya raya yang sangat dermawan. Dengan kedermawanannya, masyarakat kurang mampu, banyak yang terbantu dan sejahtera karena uluran tangannya.

Pemimpin harus dibantu oleh pejabat-pejabat yang punya karakter seperti Abu Bakar yang pemersatu, Umar yang pemberani dan pemersatu, Utsman yang kaya raya dan dermawan, serta Ali yang punya jiwa pejuang tak kenal lelah.

Kedermawanan Utsman banyak dikisahkan dalam sejarah Islam. Kaum Muslimin yang hijrah dari Mekah ke Madinah, pernah dihadapkan pada masalah kesulitan air. Saat itu, di Madinah hanya ada sebuah sumur milik seorang Yahudi yang airnya diperdagangkan. Rasulullah SAW sangat mengharapkan ada sahabat yang mampu membeli sumur itu untuk meringankan beban kaum Muhajirin yang harta bendanya ditinggalkan di kota Mekah.

Usman lalu pergi ke rumah orang Yahudi untuk membeli sumur tersebut. Atas kedermawanan Utsman, air sumur itu akhirnya bisa dinikmati dengan gratis oleh
seluruh kaum muslimin.

Keempat, Ali bin Abi Thalib. Ketika masa Rasulullah, beliau adalah sosok pemuda yang tidak kenal lelah berjuang untuk kepentingan Islam dan umat. Bahkan, beliau dikenal dengan ketangguhannya sebagai seorang pahlawan yang gagah perkasa di medan perang.

Kisah Rasulullah dan empat sahabat tersebut hendaknya bisa diambil hikmahnya oleh umat Islam yang saat ini sedang menjalan ibadah puasa. Bahwa Rasulullah yang merupakan pemimpin hebat didampingi oleh sahabat-sahabat yang luar biasa. Mereka bahu mambahu berjuang untuk kemaslahatan umat.

Dalam konteks Indonesia yang sedang menghadapi banyak masalah, kepemimpinan Rasulullah dan empat sahabatnya itu juga bisa dijadikan contoh agar Indonesia bisa segera berubah menjadi bangsa yang maju.

Dalam sebuah pemerintahan harus ada pemimpin yang adil dan mau berkorban untuk rakyatnya. Selain itu, pemimpin harus dibantu oleh pejabat-pejabat yang punya karakter seperti Abu Bakar yang pemersatu, Umar yang pemberani dan pemersatu, Utsman yang kaya raya dan dermawan, serta Ali yang punya jiwa pejuang tak kenal lelah. ♦

Baca juga

Surga dalam Persepsi Manusia

Oleh: Dra Hj Mursyidah Thahir MA | Ketua III PP Muslimat NU SETIAP umat apapun …

Watch Dragon ball super