Harlah ke-71 Muslimat NU

Menghijau! 10 Ribu Warga Muslimat NU Surabaya Peringati Harlah


BANTARAN HIJAU: Sekitar 10 warga Muslimat NU se-Kota Surabaya memperingati Harlah ke-71 Muslimat NU. | Foto: MNU Online

MNU Online | SURABAYA – Jalan sepanjang 20 meter di depan kediaman Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi di Jemursari, Surabaya, Senin (24/4), berubah menjadi ‘bantaran hijau’. Sekitar 10 ribu warga Muslimat NU se-Kota Pahlawan berkumpul, memperingati Harlah ke-71 Muslimat NU. Luar biasa!

Mengagumkannya lagi, mereka datang berombong-rombong — meminjam istilah yang sering dipakai Khofifah dalam beberapa kesempatan — dari berbagai penjuru Kota Surabaya dengan menggunakan transportasi angkutan kota (angkot). Tak kurang dari 50 angkot terlihat terparkir di pinggir lokasi acara.

Peringatan Harlah semakin istimewa dengan kehadiran Maulana Syekh Afifuddin al Jailani, cucu Syeikh Abdul Qadir al Jailani. Turut mendampingi ulama besar dari Baghdad tersebut yakni Hj Khofifah, Ketua PW Muslimat NU Jatim Dra Hj Masruroh Wahid MSi, Habib Umar bin Abdullah Assegaf (ketua Majelis Taklim Roudlotus Salaf, Bangil), Rais Syuriah PCNU Surabaya KH Mas Sulaeman dan jajaran pengurus tanfidziyah serta anggota DPR RI, Arzeti Bilbina.

(Baca: Penguatan Organisasi Lewat Pembekalan Internet dan Keaswajaan)

Dalam sambutannya Ketua PC Muslimat NU Surabaya, Hj Lilik Fadhilah menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang hadir. “Semoga kehadiran mereka ini membuat Muslimat NU ke depan lebih berjaya lagi. “Beribu-ribu terima kasih saya ucapkan,” katanya.

Lilik juga melaporkan, secara maraton rangkaian Harlah yang digelar PC Muslimat NU Surabaya dimulai sejak awal Maret hingga akhir April. Diawali dengan workshop tentang capacity building untuk penguatan organisasi dan keaswajaan.

“Lalu mengadakan workshop tentang kepribadian, kerjasama dengan salah satu radio. Workshop ini bertujuan betapa cantiknya perempuan kalau memiliki kecantikan luar dan dalam,” jelasnya.


KERJA KERAS: Hj Lilik Fadhilah (dua dari kiri), gelar rangkaian Harlah ke-71 secara maraton sejak Awal Maret lalu. | Foto: MNU Online

Berikutnya kunjungan ke TK-TK di bawah nanungan Muslimat NU, sekaligus penajamkan silaturahim ke aulia yang ada di wilayah Madura. Disusul kemudian lomba administrasi dan monitoring pada pimpinan anak cabang dan ranting, agar mereka punya semangat untuk selalu melakukan perubahan.

“Betapa kita, Muslimat NU, sudah berjerih payah melakukan beragam ikhtiar, riyadho, istighotsah, tahlil maupun shalawatan kalau tidak ada perubahan maka tidak ada gunanya. Perubahan yang kita harapan membawa manfaat untuk umat dan meraih martabat untuk bangsa dan negara,” paparnya.

(Baca: Bahaya Narkoba Mengintai, Orang Tua Diminta Lebih Sigap Awasi Buah Hati)

Lilik juga mengajak jamaah untuk mendoakan Ketum Hj Khofifah agar tetap diberi semangat dan kesehatan oleh Allah Swt karena peran besarnya selama ini dalam mengurusi organisasi.

“Beliau tak pernah lelah mengajak kita bersama-sama, mulai cabang sampai ranting, untuk simbiosis mutualisme melakukan perubahan di Muslimat NU. Kita doakan beliau agar senantiasa memiliki semangat juang dan diberi kesehatan,” katanya.• nur

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super