Home » WARTA »


Muslimat Ajak Masyarakat Hidup Bersih

desa-siaga-muslimat-nu-jpg-12DEPOK- Muslimat NU kini sedang fokus menjalankan program Desa Siaga Aktif dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam pemenuhan kesehatan, terutama unntuk masyarakat yang tinggal di pelosok pedesaan.

Ketua umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengaku optimis, program tersebut dapat dijalankan dengan baik. Pasalnya, Muslimat punya jaringan dan kader bawah langsung menyentuh masyarakat pedesaan di berbagai daerah.

“Melalui Pos Kesehatan Desa (poskesdes) dapat membantu masyarakat. Karena tidak semua Puskesmas memiliki ruang inap, tenaga medis dan lain-lainnya,” kata Khofifah kepada wartawan di sela acara Orientasi Desa Siaga Aktif dan PHBS bagi pengurus Wilayah dan Cabang Muslimat NU Jabar, Jatim, Lampung dan  Sumsel, Hotel Bumi Wiyata, Margonda, Depok, kemarin.


Mantan menteri pemberdayaan perempuan ini, mencontohkan kabupaten Rembang. Di daerah tersebut, ada warga yang harus berobat harus menempuh jarak yang jauh. Ongkos kendaraannya saja, sekali berangkat Rp 60 ribu.

Program tersebut juga bisa dijalankan melalui pesantren dan Madrasah untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat. “Kalau bolak balik sudah berapa, meskipun ada keringanan dalam biaya pengobatan tetap saja jadi kendala,” ujaranya.

Dikatakannya, Muslimat NU kini mempunyai 78 rumah sakit dan klinik bersalin yang tersebar di berbagai daerah, termasuk Jawa Barat. Namun, dalam membangun masyarakat yang sehat juga perlu dibangun aspek psikologis melalui prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit. “Dalam meningkatkan pelayanan kesahatan di masyarakat, tidak hanya dipenuhi secara infrastruktur saja. Lebih dari itu, adalah pembangunan dalam prilaku hidup bersih dan sehat,” tuturnya.

PHBS, jelas Khofifah, juga berhubungan dengan kultur atau tradisi masyarakat. Dirinya mencontohkan, di Jawa Barat dalam masalah jamban masih perlu ada perhatian lebih. Untuk itu, lanjutnya, perlu adanya jambanisasi pada warga. Belum lagi, lanjutnya, permasalahan narkoba telah memasuki pelosok pedesaan.

Menurutnya, tindakan preventif dan pendekatan secara khusus harus dilakukan. “Contoh gerakannya dengan menempelkan stiker anti narkoba pada rumah-rumah.  Dari hal sepele ini, misalnya ada warga yang tidak mau di tempeli stiker berarti ada indikasi dan pertanyaan besar,” paparnya.aan

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super