Home » WARTA »


Muslimat Cegah Lahirnya Bibit Terorisme

terorisme_JAKARTA-Setelah sukses menggelar dua kegiatan yakni dialog anti terorisme dan workshop deradikalisasi agama berbasis Nyai Pondok Pesantren, di tahun 2012 ini Muslimat NU merencanakan akan terlibat aktif dalam kegiatan cegah dini lahirnya bibit terorisme. Kegiatan bertajuk “Seminar dan Lokakarya Penangkalan dan Rehabilitasi radikalisme” akan diselenggarakan Muslimat di 5 provinsi.

Demikian disampaikan Siti Aniroh Slamet Effendy Yusuf didampingi oleh Arifah Choiri Fauzi, Noor Ritta Assamadhi  dan Susianah Affandy dalam pemaparan rencana kegiatan di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Selasa (14/2/2012).


Selain Muslimat NU, dalam acara tersebut akan hadir tiga lembaga civil society, antara lain The Nusa Institute, The Wahid Institute dan INSEP. “Aksi terorisme di Indonesia sangat meresahkan masyarakat karena selain tindakan tersebut mengancam keberadaan NKRI, tindakan terorisme juga telah menewaskan banyak korban jiwa, menciptakan trauma, membawa keresahan dan konflik sosial-agama di masyarakat,” jelas Aniroh.

Dalam pandangan Muslimat NU, upaya penangkalan tindakan teror harus segera dilakukan oleh semua elemen masyarakat. Upaya tersebut juga harus dilakukan secara holistik dan terkoordinasi dengan baik dan terpadu antar elemen masyarakat. Mengingat basis Muslimat adalah anggota masyarakat yang tersebar sampai ke pedesaan, upaya cegah lahirnya bibit terorisme, menurut Aniroh, dapat dilakukan dengan mengoptimalkan peran majlis ta’lim, pondok pesantren dan sekolah-sekolah di bawah jaringan Muslimat NU.

“Kita akan mengoptimalkan peran Ibu-Ibu dalam keluarga untuk membimbing anak-anaknya dengan ajaran Islam Rahmatan lil ‘alamin. Agar kegiatan ini sampai ke akar rumput, Muslimat NU akan melibatkan jaringan majlis ta’lim dan pondok pesantren,” jelas Aniroh.

Program cegah terorisme oleh Muslimat NU ini, selain akan bekerjasama dengan BNPT, juga akan menggandeng berbagai elemen masyarakat lainnya. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, mulai Maret 2012 Muslimat NU akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Kepolisian Daerah, Kementrian Agama, Orgasasi Massa Keagamaan, Dinas Pendidikan, Majlis Ta’lim dan lain sebagainya. Kegiatan koordinasi ini dilakukan di lima propinsi antara lain Jawa Timur, Sumatera Selatan, Lampung, dan Sumatera Utara dan Riau. (Susianah Affandy)

 

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super