Muslimat dan BKKBN Siapkan Rakornas Pembangunan Kependudukan

anirohJAKARTA-Program pembangunan Indonesia di tahun 2012 terfokus pada pencapaian delapan target seperti terumuskan dalam pogram Millinium Development Indeks (MDGs). Delapan target yang hendak dicapai dalam program MDGs tersebut antara lain memberantas kemiskinan dan kelaparan, pendidikan dasar untuk semua, kesetaraan gender, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, mengurangi penyakit menular, meningkatkan kelestarian lingkungan hidup dan mengembangkan kemitraan global.

Dalam rangka mencapai delapan target tersebut, pemerintah menjalin kemitraan dengan organisasi masyarakat yang memiliki basis di akar rumput, salah satunya Muslimat NU. “Untuk pembangunan kependudukan, BKKBN telah melakukan MoU dengan Muslimat NU. Kita akan melakukan Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) di bidang kependudukan pada pada 15 Maret 2012,” jelas Siti Aniroh, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU usai  menghadiri Rapat persiapan Rakornas dengan BKKBN di Jakarta, Rabu (15/2).


Menurutnya, Cakupan kerjasama antara BKKBN dengan Muslimat NU mencakup delapan bidang. Pertama, kegiatan advokasi, konseling, komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) serta melakukan kegiatan promosi program kependudukan dan KB Nasional.  Kedua, kegiatan pengembangan institusi masyarakat pengelola program kependudukan dan KB nasional. Ketiga, pendidikan dan pelatihan kependudukan dan KB bagi pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama. Keempat, penyediaan sarana pelayanan program kependudukan dan KB nasional melalui fasilitas Muslimat NU termasuk dalam hal ini alat/obat kontrasepsi untuk keluarga pra sekajtera dan KS-1.

Kelima, pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang berkualitas bagi masyarakat terutama keluarga pra sejahtera dan KS-1, pencegahan infeksi menular seksual, NAPZA, HIV dan AIDZ, deteksi dini kanker alat reproduksi, meningkatkan derajat kesehatan, penurunan kematian maternal dan anak.

Keenam, pengembangan program pemberdayaan ekonomi keluarga, peningkatan ketahanan keluarga dan penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja (PKBR) di lingkungan Muslimat NU. Ketujuh, pengembangan program pendidikan kependudukan melalui peran lembaga pendidikan agama dan pendidikan keagamaan Muslimat NU dalam rangka mewujudkan pembangunan berwawasan kependudukan.

“Saat ini Pimpinan Pusat Muslimat NU tengah menyerap laporan dari Muslimat di daerah-daerah seluruh Indonesia tentang perkembangan program kependudukan. Dengan adanya UU No 52/2009 dan terbitnya Perpres No 62/2010, kita tidak lagi terfokus pada program Keluarga Berencana namun mencakup semua program pembangunan kependudukan,” jelas Aniroh. Susianah Affandy

Baca juga

Gandeng Tekomsel-Bulog, Penara Layani Keuangan Digital dan Bahan Pangan Murah

MNU Online | BANDUNG BARAT – Untuk membiasakan masyarakat melakukan transaksi non tunai, Penara (Perempuan …

Watch Dragon ball super