Muslimat dan BNPT Bentuk Anti Teroris di Sumsel

bnpt-muslimat

MNU Online | PALEMBANG – Muslimat Nahdlatul Ulama dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membentuk Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumsel, pada 18-19 Setember 2012.

Demikian disampaikan Kepala Badan Kesbangpol Linmas Sumsel, Ikhwanudin saat menerima kunjungan Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, di Kantor Kesbangpo Linmas Sumsel.

Menurut Ikhwanudin, forum tersebut merupakan langkah strategis dan wadah sinergitas potensi daerah dalam melakukan upaya-upaya pencegahan aksi kelompok radikal terorisme.

“Meskipun saat ini Sumsel terlihat tenang dan aman, namun potensi hadirnya terorisme tetap ada, untuk itu, perlu dilakukan upaya-upaya pencegahan aksi kelompok radikal terorisme,” ujarnya.

Dengan adanya rencana tersebut, lanjutnya, Pemprov Sumsel sangat menyambut baik rencana Muslimat NU dan BNPT, karena rencana itu Pemprov Sumsel merasa dapat terbantukan dalam mencegah aksi-aksi teroris. “Rencana pembentukan dan pengukuhan pengurus FKPT Sumsel akan dilakukan di Hotel Aston Palembang,” paparnya.

Ikhwanudin mengatakan, namun, pada tanggal 10 September 2012 mendatang, PP Muslimat NU akan audiensi dengan Gubernur Sumsel membicarakan upaya pencegahan aksi-aksi terorisme di Sumsel, selain intensif melakukan kontroling di lapangan.

“Yang jelas pihaknya juga akan melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan para ulama untuk melakukan sinergitas potensi daerah dalam melakukan upaya-upaya pencegahan kelompok radikal terorisme serta melakukan pemantau kondisi masyarakat, apakah ada gejala-gejala munculnya kelompok terorisme,” ungkapnya.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, penanggulangan aksi-aksi terorisme tidak hanya dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan diperlukan partisipasi aktif dari berbagai komponen bangsa untuk ikut serta dalam upaya-upaya pencegahan aksi-aksi kelompok terorisme.

“BNPT dan PP Muslimat NU, memiliki kesamaan pandangan, bahwa terorisme dengan segala bentuknya adalah tindakan kekerasan dan bertentangan denganajaran agama, untuk itu harus dicegah dengan langkah-langkah terkoordinasi dan berkesinambungan dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat,” pungkasnya. ♦ bta/mil

Baca juga

Gandeng Tekomsel-Bulog, Penara Layani Keuangan Digital dan Bahan Pangan Murah

MNU Online | BANDUNG BARAT – Untuk membiasakan masyarakat melakukan transaksi non tunai, Penara (Perempuan …

Watch Dragon ball super