Home » WARTA »


Muslimat Kembangkan Ekonomi Kreatif


pelatihan-life-skillSERANG
-Muslimat Nahdlatul Ulama terus berupaya meningkat ketrampilan kaum perempuan. Hal itu dibuktikan dengan digelarnya pendidikan life skill untuk ibu-ibu di banyak daerah, salah satunya di Serang Banten, 23-24 Januari 2012.

Pelatihan yang dibuka oleh Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa tersebut merupakan pembelajaran kecakapan hidup yang beroreintasi terhadap pemberdadayaan perempuan.

Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pelatihan tersebut untuk menunjang ekonomi kreatif bermuatan local untuk ibu-ibu.

“Yang minta program ini yang ibu-ibu di daerah. Tujuannya menunjang Ekonomi kreatif,” kata menteri pemberdayaan perempuan era Gus Dur ini saat membuka kegiatan ini.


Menurutnya, pelatihan ini merupakan dasar dari ketrampilan membuat hantaran pengantin. Namun, peserta akan terus didorong untuk meningkatkan kemampuannya agar produk yang dihasilkan laku di pasaran.

“Jadi tidak hanya isi hantarannya saja. Perlu dikembangkan, bagimana membuat kotak (kemasan) hantaran yang menarik sesuai dengan selera pasar,” katanya.
Untuk itu, ia berharap para peserta juga mulai belajar komputerisi agar desain yang dihasilkan lebih menarik. “Jadi harus juga rajin-rajin browsing di internet. Kira-kira yang menarik itu bagaimana. Nanti mesti dibentuk tim bagian pemasarannya juga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan, di Bangkok Thailand, sejak 1995 lalu telah digerakkan pelatihan ekonomi kreatif. Sasarannya adalah ibu-ibu usia 70 tahun keatas. Kegiatan ini bisa menunda kepikunan, menghasilkan pemasukan untuk keluarga, dan ibu-ibu masih merasa berharga meskipun sudah tua. “Menariknya, di sana, ibu-ibu bisa mendesain dengan komputer, sesuai trend warna dan mode. Ibu-ibu Muslimat seharusnya juga bisa,” tuturnya.

Wakil Sekretaris PP Muslimat NU yang membidangi pendidikan, Ulha Soraya, mengatakan, kegiatan life skill tersebut merupakan hasil kerjasama Muslimat NU dengan Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI.

Pembukaan kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus PP Muslimat NU, PW Muslimat NU Banten, dan Endang Saifuddin yang mewakili Kakanwil Kemendikbud RI Provinsi Banten.
Ulha, demikian ia akrab disapa, mengatakan, kegiatan ini diikuti 30 peserta  dari 8 kabupaten dan kota se-Banten. “Target yang ingin dicapai agar mereka memiliki keterampilan untuk menambah pemasukan keluarga, dan menjadi wanita yang mandiri,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, dalam pelatihan ini, mendapatkan materi kemuslimatan, kesehatan ibu dan anak, kewirusahaan. “Selain itu, mereka langsung praktik membuat hantaran penganten,” tuturnya.

Ia merasa bersyukur, semua peserta mampu menyerap materi yang disampaikan oleh narasumber. Terlebih lagi, setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diyakini langsung bisa menerapkan ilmunya di rumah masing-masing. “Insyaallah bisa, karena semua peserta ikut terlibat praktik,” jelasnya.mil

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super