Home » WARTA »


Muslimat Ngaji di Lapas Perempuan Pondok Bambu

lapas

MNU Online | JAKARTA – Suasana Lapas Perempuan Pondok Bambu pada 31 Juli tampak berbeda dari biasanya. Para penghuni Lapas berdandan mengenakan busana muslim tidak seperti hari-hari biasanya. Sebagian mereka bahkan memakai seragam Muslimah.

Ya. Pada hari itu, mereka didatangi puluhan aktivis Muslimat NU, organisasi perempuan yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa. Pagi itu, Muslimat sengaja datang ke tempat itu untuk melaksanakan program amaliyah Ramadhan dengan membawa 900 bingkisan untuk diberikan kepada para penghuni Lapas.

Lantunan musik rebana yang beranggotakan para penghuni Lapas menyambut kedatangan rombongan Muslimat. Musiknya enak didengar, lantunan suara para vokalisnya juga membuat kagum para tamu yang datang.

Bagi ibu-ibu Muslimat, sejumlah nama penghuni Lapas Pondok Bambu sudah cukup dikenal. Sebut saja nama Afriyani yang terkena kasus “Xenia’ maut, dan Dharnawati dalam kasus suap di Kemenakertrans.

“Banyak diantara penghuni Lapas yang dikenal. Saya terkesan dengan penampilan grup rebana dengan lagu-lagunya. Suara mereka juga bagus,” kata Khofifah usai berkunjung ke Lapas tersebut.

Acara amaliyah Ramadhan tersebut diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh salah satu penghuni lapas. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan shalawat nabi yang disusul dengan sambutan dari pihak Lapas dan Muslimat NU. Dari pihak Lapas diwakili Kepalanya, Erlin Chandrawati.

Khofifah yang tampil di penghujung acara tidak banyak menyampaikan kata-kata. Ia hanya mengajak para penghuni Lapas mengaji bersama dengan membaca Surat Al-Fath bersama-sama.

Semua yang hadir dalam tampak khusyuk mengikuti lantunan suara Khofifah kalimat demi kalimat dan ayat demi ayat. Seisi ruang pertemuan pun terbawa oleh suasana. Khofifah lantas mengartikan ayat demi ayat yang dibaca jelas dan gambling.

Saat itu, para penghuni Lapas tampak merunduk sambil menghayati apa yang diungkapkan Khofifah, hingga sebagian mereka meneteskan air mata. Ibu-ibu Muslimat yang hadir pun turut terbawa suasana. “Iya, saya melihat banyak yang meneteskan air mata. Saya terharu,” kata Khofifah.

Usai pengajian, pertemuan ditutup dengan doa yang yang dipimpin oleh Ketua Muslimat, Nur Hayati Said Aqil Siroj. Para penghuni Lapas tampak khusyuk mengamini doa istri Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut.

Kemudian, secara simbolis pengurus Muslimat menyerahkan bingkisan untuk semua penghuni Lapas yang jumlahnya mencapai 850 orang. Tentu semua tampak senang menerima bingkisan yang berisi alat-alat wanita.

Kehadiran Khofifah paling mengundang perhatian para penghuni Lapas, karena nama tokoh perempuan itu memang sudah sangat dikenal oleh mereka. Maklum, Khofifah adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Gus Dur, politisi dan aktivis dakwah yang kerap menghiasi media massa, baik cetak maupun elektronik.

Apalagi, kegiatan Ramadhan di Lapas bukan kali ini saja dilakukan Muslimat. Dua tahun lalu, Khofifah bersama pengurus Muslimat juga menggelar kegiatan di tempat tersebut.

Usai acara, mereka berebut bersalaman dengan mantan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) itu. Sambil menyalami mereka, Khofifah berusaha menghibur mereka agar bersabar menghadapi keadaan.

Bertemu Khofifah di Lapas dalam suasana Ramadhan juga menjadi ajang curhat bagi mereka, terutama soal kasus yang dialami keluarga yang ditinggalkan di rumah. Bagi mereka, hidup di Lapas bukanlah cita-cita. Apalagi, kini mereka kini jauh dari keluar dan anak-anak untuk jangka waktu yang lama. Tapi apa boleh buat, takdir berkata lain.

Sementara bagi ibu-ibu Muslimat, berkunjung ke Lapas bisa menjadi pelajaran agar berhati-hati dalam mengarungi hidup. Jangan sampai ‘terpeleset’ seperti yang dialami mereka. “Saya kangen sama keluarga dan anak-anak,” kata salah satu penghuni lapas kepada Khofifah.

Khofifah mengakui, setiap berkunjung ke Lapas Perempuan selalu ada diantara mereka yang mencurahkan isi hatinya. “Banyak yang disampaikan mereka. Dharnawati salaman dengan saya dan ngomong soal kasusnya,” cerita Khofifah.

Bahkan, diantara mereka ada juga yang sempat menulis surat di kertas untuk dibaca Khofifah ketika kembali dari Lapas. Danarsih, dalam suratnya mengaku punya anak yang masih membutuhkan bimbingan orang tua.

“Bu, saya punya 7 orang anak yang masih kecil-kecil. Paling besar 14 tahun dan paling kecil 2 tahun. Saya seorang ibu yang mencintai anak-anak saya,” tuli Danarsih yang divonis 6 tahun penjara dalam suratnya kepada Khofifah.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah dan rombongan sempat mengunjungi pusat kerajinan karya para penghuni Lapas. Bahkan, beberapa karya mereka dibeli oleh para pengurus Muslimat untuk dibawa pulang.

Ketua Bidang Sosial dan Budaya, PP Muslimat, Asna Nelly Wahid mengatakan, pada kegiatan Amaliyah Ramadhan di Lapas Perempuan Pondok Bambu kali ini, pihaknya menyiapkan 900 bingkisan. “Alhamdulillah, mereka antusias menyambut kami. Senang sekali, Muslimat bisa berbagi kebahagiaan dengan mereka di bulan Ramadhan,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pada Ramadhan kali ini Muslimat menyiapkan kegiatan sosial di beberapa tempat. “Selain Lapas perempuan, Muslimat juga akan ke Lapas anak Tangerang,” jelasnya. ♦ mil

Baca juga

KAJIAN KEISLAMAN: Hidmat MNU menggelar tahlil dan mudzakaroh dengan tema TPPO di Kantor Baru PP Muslimat NU, Jakarta Selatan, Minggu (14/1) malam. | Foto: MNU Online

Hidmat MNU Kaji TPPO dari Sudut Pandang Islam

MNU Online | JAKARTA – Persoalan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) menjadi perhatian serius Himpunan …

Watch Dragon ball super