Cabang Istimewa

Muslimat NU Arab Saudi Maulidan Bareng Ustadz Wijayanto


PERINGATI MAULID NABI: Ustadz Wijayanto bersama pengurus PCI Muslimat NU Arab Saudi usai peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. | Foto: PCIMNU Arab Saudi

MNU Online | JEDDAH – Sama seperti Muslimat NU di Indonesia, Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) — termasuk Maulid Nabi Muhammad Saw — menjadi salah satu kegiatan rutin yang digelar Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU Arab Saudi.

Acara hasil kerjasama dengan TPA Al-Naashiriyyah Jeddah dan Majelis Ta’lim Siti Hawa tersebut digelar di TPA Al Naashiriyyah, Jeddah, sekaligus menjadi sekretariat Muslimat NU Arab Saudi, 3 Desember lalu.

(Baca: Kehadiran Khofifah Pacu Semangat Berorganisasi Muslimat NU Inggris)

Kali ini pengurus mengundang salah seorang penceramah kondang Indonesia, Ustadz Wijayanto. “Biasanya panitia memang mengambil kesempatan dari para ustadz atau ustadzah yang sedang ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umroh,” terang Ketua PCI Muslimat NU Arab Saudi, Hj Faridah Ahmad Fuad, Kamis (14/12).

Selain jamaah Muslimat NU, acara dihadiri ibu-ibu dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Jeddah, Pengurus GP Ansor serta Banser Arab Saudi. Hadir pula Ketua Tanfidziyah PCINU Arab Saudi, Ahmad Fuad Abdul Wahab, serta Istri Konsul Jenderal RI Jeddah yang juga Penasihat PCI Muslimat NU Arab Saudi, Hj Zulfah Nahdliyati.

(Baca: Muslimat NU Hongkong Resmikan Sekretariat dan Mushala di Macau)

Dalam ceramahnya, Wijayanto menegaskan bahwa memperingati maulid nabi bukan bid’ah. “Kalau ada yang bertanya bid’ahkah ustadz? Saya akan saya jawab Rasulullah Saw dulu tidak pernah SMS. Berarti kalau anda sekarang suka SMS itu adalah bid’ah,” katanya yang disambut tawa dan aplaus hadirin.

Justru dengan adanya peringatan maulid nabi, lanjutnya, kita diajak kembali mengingat Nabi Muhammad Saw, terutama bagaimana akhlaq beliau dalam menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

(Baca: Di Penghujung 2017, Muslimat NU Malaysia Ziarah-Silaturahim ke 24 Lokasi)

Di tengah memberikan taushiyah, Wijayanto meminta jamaah untuk membalikkan badan ke sebelah kiri dan kanan secara bergantian, dengan memijat pundak orang yang ada di depannya sambil membaca subhanallah.

Kemudian memukul-mukulkan kedua tangan dengan lembut ke punggung sambil mengucap alhamdulillah, dan meninju pelan dengan mengucap Allahu Akbar.


JAGA UKHUWAH: Pengurus PCI Muslimat NU Arab Saudi bersama pengurus DWP KJRI Jeddah, ARab Saudi. | Foto: PCIMNU Arab Saudi

Resep ringan tersebut, menurut Wijayanto, bagian dari arti penting mengingat Allah lewat dzikir sambil tetap menjaga hubungan dan memperhatikan sesama manusia. “Jangan sampai kita tidak tahu ada tetangga yang rumahnya mengalami kebakaran, atau saudara yang mengalami kesusahan,” katanya.

(Baca: Khofifah Ajak Muslimat NU Inggris Bangun Tradisi Produktif di Organisasi)

Selain itu, Wijayanto juga berpesan kepada jamaah untuk menjaga ilmu, keturunan dan kehormatan diri. Mengajari dan memberi pendidikan yang baik untuk anak-anak, serta memanfaatkan pengajian dan majelis ilmu. Jangan sampai menjadi orang ‘tuli’, ‘bisu’, ‘buta’ dan tidak berakal.

“Orang kalau diingatkan dan tidak diingatkan sama saja, ikut pengajian PCI Muslimat NU tidak lebih baik, maka seperti orang yang irunge pilek, mripate picek, kupinge budhek, ora duwe kuthek,” katanya dengan bahasa Jawa yang membuat jamaah ger-geran.• ummu afifah

Baca juga

ZIARAH KE SINGAPURA: PCI Muslimat NU Malaysia mengadakan ziarah ke Singapura. | Foto: PCIMNU Malaysia

Sambut Tamu dari Jakarta, Muslimat NU Malaysia Ziarah ke Singapura

MNU Online | SINGAPURA – Menyambut kedatangan rombongan PAC Muslimat NU Kecamatan Makassar, Jakarta Timur …

Watch Dragon ball super