Kabar Duka

Muslimat NU Berduka, Khofifah Takziah ke Ponpes Asshomadiyah Madura

<br /> SANGAT TERPUKUL: Ketum Nyai Hj Khofifah memeluk Hj Wan Nedra Komaruddin saat bertakziah ke Ponpes Asshomadiyah Madura, Sabtu (13/1) siang. | Foto: MNU Online

SANGAT TERPUKUL: Ketum Nyai Hj Khofifah IP memeluk Hj Wan Nedra Komaruddin saat takziah ke Ponpes Asshomadiyah Madura, Sabtu (13/1) siang. | Foto: MNU Online

MNU Online | BANGKALAN – Tangis dr Hj Wan Nedra Komaruddin SpA tak terbendung. Bahkan beberapa kali Sekretaris I PP Muslimat NU itu menangis dalam pelukan Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSi saat takziah ke Ponpes Asshomadiyah Timur Lorong, Burneh, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (13/1) siang.

Inet — sapaan akrab Wan Nedra — begitu terpukul atas kepergian suaminya, KH Komaruddin Makki, salah seorang pengasuh Ponpes Asshomadiyah. Sementara Khofifah yang turut merasakan suasana batin Inet terlihat ikut menangis, sambil sesekali menyeka air matanya.

(Baca: Khofifah Ungkap Tanda-tanda Kewalian Gus Dur)

“Yang sabar ya, yang sabar..” kata Khofifah saat tiba di kediaman keluarga almarhum pukul 13.30 WIB. “Dulu saya juga merasakan seperti ini,” tambah Khofifah yang ditinggal suaminya, Indar Parawansa menghadap Allah Swt pada 15 Januari 2014.

<br /> ZIARAH: Ketum Nyai Hj Khofifah IP, ditemani Hj Wan Nedra dan Gus Sofiullah berziarah ke maqbaroh KH Komaruddin. | Foto: MNU Online

ZIARAH: Ketum Nyai Hj Khofifah IP, ditemani Hj Wan Nedra dan Gus Sofiullah berziarah ke maqbaroh KH Komaruddin. | Foto: MNU Online

Kiai Komaruddin wafat di usia 62 pada Kamis (11/1) malam sekitar pukul 20.45 WIB Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta dan dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di Burneh, Jumat (12/1) pukul 14.30 WIB.

Sekitar satu jam melakukan takziah, Khofifah kemudian ziarah ke maqbaroh Kiai Komaruddin untuk melakukan doa dan tahlil yang dipimpin Gus Sofiullah, keluarga almarhum yang juga orang dekat Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah).

(Baca: Mantan Sekum PPMNU Hj Enny Rosyidah Berpulang)

Selesai takziah dan ziarah, Khofifah yang juga Menteri Sosial RI kemudian pamit untuk melanjutkan perjalanan ke Ponpes Attaroqqi asuhan KH Fauroq Alawi (putra KH Alawi Muhammad) di Karongan, Tangumung, Sampang.

“Saya pamit ya. Tanduran (tanaman/amalan) almarhum banyak sekali, semoga khusnul khotimah,” katanya yang membuat Inet kembali tak kuasa menahan air mata. “Terima kasih atas kedatangannya,” kata Inet sesenggukan sambil memeluk Khofifah, kali ini lebih dalam.


BUNGA BELASUNGKAWA: Bunga ucapan belasungkawa di halaman Ponpes Asshomadiyah, termasuk dari PP Muslimat NU. | Foto: MNU Online

Bagi keluarga, Kiai Komaruddin adalah sosok yang sangat perhatian dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sanak saudaranya. “Beliau tinggal di Jakarta, tapi setiap ada moment apapun menyangkut keluarga, beliau selalu hadir di Madura,” tutur Anas Toha, salah seorang anggota keluarga.

(Baca: Dihadiri Khofifah, Ribuan Warga Muslimat NU Jatim Maulidan di Bangkalan)

Selain itu, Kiai Komaruddin berjiwa sosial tinggi, termasuk memiliki sejumlah yayasan anak yatim baik di Jakarta maupun Madura. “Hingga akhir hayatnya, beliau masih menyantuni anak-anak yatim. Beliau juga orang yang pantang menyerah di tengah kondisinya yang kurang sehat,” tandas Anas.

Sebelumnya, kabar kepergian Kiai Komaruddin membuat keluarga besar PP Muslimat NU berduka. Ucapan bela sungkawa mengalir deras di grup-grup aplikasi chatting sosial Muslimat NU, termasuk berkirim bunga ucapan belasungkawa ke rumah duka di Ponpes Asshomadiyah.• nur

Baca juga

PENCEGAHAN TPPO: Sosialisasi pendidikan pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Purwokerto, Jawa Tengah. | Foto: MNU Online

Cegah TPPO, 3 Hari Muslimat NU Gelar Sosialisasi di Purwokerto

MNU Online | PURWOKERTO – Selama tiga hari, 12-14 September 2018, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat …

Watch Dragon ball super